Jinping & Biden Tak Mau Persaingan China dan As Jadi Konflik

Jinping & Biden Tak Mau Persaingan China dan As Jadi Konflik

Jinping & Biden Tak Mau Persaingan China dan As Jadi Konflik – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu dengan Presiden China Xi Jinping secara virtual pada Senin 15 November waktu Washington. Joe Biden memulai percakapan dengan akrab dan berkata ingin bertemu Xi Jinping secara langsung. Keduanya membahas tentang bagaimana kompetisi antara kedua negara tidak menjadi konflik.

Berikutnya kita harus bertemu tatap muka saat kami berkunjung ke China,” ujar Presiden Biden dalam pertemuan yang disiarkan White House di YouTube.  Usai basa-basi, Joe Biden langsung masuk ke topik rivalitas antara AS dan China. Ia meminta agar persaingan antara kedua negara tidak menjadi konflik.

pejabat yang mendampingi Xi pada pertemuan itu adalah diplomat senior China Yang Jiechi, Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Wakil Perdana Menteri Liu He. Adapun, pendamping Biden adalah Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keuangan Janet Yellen dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.

1. Biden ingin hubungan dua negara tidak melewati batas
Xi Jinping dan Joe Biden Tak Mau Persaingan AS-China Jadi Konflik

Senada dengan Xi, Biden juga menyampaikan konflik persaingan tidak boleh mengarah ke konflik, apakah disengaja atau tidak. Presiden ke-46 AS itu juga menyerukan koridor yang masuk akal dalam membatasi dinamika konflik kedua negara.

“Agar (hubungan dan persaingan kedua negara) jelas dan jujur ketika tidak setuju, dan bekerja sama ketika kepentingan sama,” ujar Biden.

Sebagai informasi, kedua negara mengeluarkan deklarasi bersama pada KTT iklim PBB atau COP26 yang dihelat di Glasgow. Beijing dan Washington berjanji meningkatkan kerja sama demi mengurangi emisi.

2. Xi ingatkan soal tanggung jawab nasional dan internasional
Xi Jinping dan Joe Biden Tak Mau Persaingan AS-China Jadi Konflik

Di sisi lain, Xi menggambarkan hubungan kedua negara berada pada titik kritis. Oleh sebab itu, dia mengusulkan supaya intensitas komunikasi dan kerja sama sebagai dua ekonomi terbesar dunia semakin ditingkatkan.

Hubungan bilateral keduanya semakin lesu akibat persaingan perdagangan, teknologi, wabah COVID-19, masalah hak asasi manusia, Laut China Selatan, dan Taiwan. Xi juga menyerukan supaya kedua pemimpin negara saling menghormati.

“Kita masing-masing harus menjalankan urusan dalam negeri dengan baik, dan pada saat yang sama memikul tanggung jawab internasional kita, serta bekerja sama untuk memajukan tujuan mulia perdamaian dan pembangunan dunia,” ungkap Xi.

3. China didorong mengadakan pertemuan yang lebih efektif
Xi Jinping dan Joe Biden Tak Mau Persaingan AS-China Jadi Konflik

Peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies, Hoo Tiang Boon, mengatakan China bisa mengusulkan dialog yang lebih teratur dan efektif.

“Amerika telah menyoroti bahwa mereka tidak menyukai pembicaraan yang tidak produktif atau pembicaraan yang terlalu megah dan seremonial tentang pencapaian yang sangat sedikit,” kata Hoo.

“Saya pikir di tingkat kerja mereka menghargai bahwa beberapa bentuk keterlibatan pasti diperlukan. Dan bentuk keterlibatan itu harus jauh dari perhatian media, tetapi sebenarnya bisa menghasilkan hasil yang lebih substantif,” usulnya.