Warisan Bangsa China Kuno yang Masih Dipakai Hingga Sekarang

Warisan Bangsa China Kuno yang Masih Dipakai Hingga Sekarang

Warisan Bangsa China Kuno yang Masih Dipakai Hingga Sekarang -Peradaban Cina atau Tiongkok Kuno berlangsung sekitar 1750–206 SM. Peradaban ini muncul di Lembah Sungai Kuning. Sungai ini menjadikan daerah di sekitar alirannya subur sehingga sektor pertanian berkembang. Nah, terdapat berbagai suku di Tiongkok. Dengan demikian, peradaban Tiongkok Kuno dikembangkan oleh dinasti-dinasti yang berbeda karena terdapat berbagai suku di Tiongkok.

Berbagai suku ini berkeinginan menguasai wilayah Lembah Sungai Kuning yang terkenal. Bukan hanya dari suku Tiongkok sendiri, tetapi juga dari luar Tiongkok, di antaranya dari Manchuaria dan Mongol. Tiongkok merupakan negara yang besar, dengan ekonomi dan militer yang kuat. Untuk urusan teknologi, bangsa China sudah berlari lebih dulu dibandingkan dengan negara-negara di benua Asia.

Meski begitu, tampaknya orang China bukan hanya sukses di hari ini. Walau keberadaan mereka jarang disebutkan oleh Apk Poker 77 sejarah, orang-orang China Kuno sebenarnya tidak kalah dari bangsa Romawi maupun Yunani Kuno. Mereka bukan hanya ahli berdagang, orang-orang China di masa lalu juga berhasil menemukan banyak hal.

1. Kertas
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Dulu, orang-orang terbiasa menulis sesuatu diatas batu dengan cara mengukirnya, bahkan orang Romawi Kuno sempat menggunakan lempengan logam atau tanah liat untuk menulis catatan. Semua berubah ketika akhirnya bangsa China menemukan kertas. Cikal bakal kertas pertama ditemukan oleh para arkeolog tahun 1957 di sebuah makam China yang berasal dari tahun 187 SM.

Tapi kertas yang paling mirip dengan yang kita gunakan berasal dari tahun 105 Masehi. Saat itu, seorang kasim istana Dinasti Han bernama Cai Lun menggabungkan kain linen, jaring ikan, dan kulit pohon murbei dan meleburnya menjadi satu dengan alkali hingga akhirnya berhasil membuatnya menjadi lembaran kertas. Setelah sukses digunakan di China, kertas kemudian menyebar ke Eropa melalui Jalur Sutra.

2. Seismograf
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

China sama dengan Indonesia, berada di wilayah yang rawan gempa. Jangankan hari ini, dulu pun, gempa sudah menjadi masalah bagi rakyat China. Untuk mengatasinya, seorang astronom dan matematikawan bernama Zhang Heng membuat sebuah alat untuk mengukur pergerakan Bumi, yang dia perkenalkan pada Istana Han pada tahun 132 Masehi.

Alat yang dikenal dengan nama Houfeng Didong Yi (候风地动仪) ini merupakan sebuah guci dengan pendulum dibagian dalamnya. Dipermukaan guci, ditempelkan delapan naga yang berada di bagian atas guci, dan delapan katak dengan mulut terbuka yang ditempatkan persis dibawah naga. Naga-naga ini menahan sebuah bola kecil dimulut mereka.

Ketika gempa terjadi, pendulum akan bergerak, dan membuat naga menjatuhkan bola ke mulut katak yang terbuka lebar. Alat ini sebenarnya tidak memperingatkan gempa, melainkan memberitahu bahwa gempa telah terjadi di satu tempat. Namun alat inilah yang menginspirasi para ilmuwan untuk membuat seismograf yang kita gunakan hari ini.

3. Kompas
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Selain menemukan kertas dan seismograf, Dinasti Han juga berhasil menemukan kompas. Kompas muncul di China antara tahun 206 SM hingga 220 SM. Tentu saja, kompas yang mereka gunakan tidak sama dengan kompas yang kita miliki.

Kompas pertama terbuat dari batu magnetik, dan karena orang China menganggap selatan sebagai arah mata angin mereka, batu magnetik ini dibuat untuk selalu menunjuk arah selatan. Penggunaan kompas batu bertahan  hingga abad ke 11.

Setelah abad 11, mereka mengganti batu dengan jarum. Sama seperti kertas, orang Eropa baru mengenal kompas sekitar tahun 1300 Masehi, atau ratusan tahun setelah orang-orang China menemukannya.

4. Teh
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Kita sering minum teh, tapi jarang ada yang tahu darimana sesungguhnya minuman ini berasal. Teh pertama kali ditemukan di China. Dilansir Britannica, teh konon sudah dikonsumsi sejak tahun 2700 SM. Diawal penemuannya, orang China meminumnya sebagai obat. Tapi seiring berjalannya waktu, teh menjadi minuman yang umum dikonsumsi.

Ribuan tahun setelahnya, teh baru diperkenalkan pada dunia. Dimulai dari pengiriman 800 bibit teh ke Jepang tahun 1300-an, lalu pada abad 18 mulai menyebar ke Taiwan. Bibit teh sendiri dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda pada tahun 1826, dan sejak itu teh mulai dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya Belanda, tapi juga orang-orang Indonesia ikut mengkonsumsinya.

5. Bubuk mesiu
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Bubuk mesiu menjadi salah satu warisan dari orang-orang China di masa lalu yang masih digunakan hingga sekarang. Bubuk mesiu ditemukan pertama kali di era Dinasti Tang yang berkuasa pada abad ke 9. Uniknya, bahan peledak satu ini tidak ditemukan oleh tentara kerajaan, melainkan oleh para biksu.

Awalnya bubuk mesiu tidak digunakan sebagai bahan peledak, melainkan sebagai bahan untuk membuat obat. Baru pada abad ke 11, China mulai menggunakan bubuk mesiu pada senjata mereka.

Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang Ho) merupakan peradaban salah satu tertua di dunia yang masih ada hingga saat ini. Peradaban Lembah Sungai Kuning diperkirakan sudah sekitar 4.000 Sebelum Masehi (SM). Peradaban tersebut terdiri atas sejarah dan budaya beberapa negara yang ada sejak enam abad.

Dalam buku The Next Civilization (2012) karya Nanat Fatah Natsir, Peradaban China dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang Ho). Sungai Kuning bersumber di daerah Pegunungan Kwen Lun di Tibet mengalir ke arah Timur dan bermuara di Teluk Tsii Li di Laut Kuning. China memiliki sistem penulisan yang konsisten sejak dulu dan masih digunakan hingga kini. Banyak penemuan penting bersumber dari peradaban China Kuno, seperti kertas, kompas, serbuk mesiu, dan materi cetak.

Di masa teknologi belum sehebat sekarang, orang-orang China sudah menemukan banyak hal. Beberapa penemuannya bahkan bukan hanya bertahan tapi juga masih digunakan di zaman sekarang.