Tiongkok Telah Memberi Izin Vaksin Sinovac untuk Anak-anak

Tiongkok Telah Memberi Izin Vaksin Sinovac untuk Anak-anak

Tiongkok Telah Memberi Izin Vaksin Sinovac untuk Anak-anak – CoronaVac adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. Sejak pertengahan tahun 2020, calon vaksin ini menjalani penelitian klinis tahap III, dan mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat yang saat ini berlangsung di Brasil, Chili, Indonesia, dan Turki. Otoritas Tiongkok memberikan izin penggunaan darurat penggunaan vaksin Sinovac Biotech untuk usia 3 sampai 17 tahun. Izin penggunaan vaksin Sinovac pada anak-anak diungkap oleh pimpinan Sinovac Biotech Yin Weidong dalam wawancara televisi. Lalu apakah Indonesia akan segera memberikan vaksin Sinovac pada anak-anak?

CoronaVac menggunakan teknologi serupa, tetapi lebih tradisional, dibandingkan dengan BBIBP-CorV dan BBV152, vaksin virus inaktif COVID-19 lainnya yang juga sedang dalam uji coba tahap III. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), organisasi profesi, dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Saat ini kan uji klinis tahap 3 (Sinovac), Dilansir dari Deposit IDN Poker Pakai Dana jadi pertama kita tunggu selesainya uji klinis kemudian tunggu rekomendasi dari ITAGI, IDAI dan para ahli terkait hal ini,” ujarnya saat dihubungi IDN Times, Senin (7/6/2021).

1. Vaksin Sinovac memicu respons imun pada peserta berusia 3 hingga 17 tahun

Gerakan vaksinasi massal di Tiongkok saat ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Negara itu hingga 3 Juni telah menyuntikkan 723,5 juta dosis vaksin pada penduduknya.

Mengenai kapan vaksin Sinovac akan diberikan bagi kelompok usia yang lebih muda, Yin mengatakan dalam wawancara langsung dengan televisi pemerintah bahwa keputusan itu berada di tangan otoritas kesehatan yang merumuskan strategi vaksinasi di Tiongkok.

Dikutip dari ANTARA, Yin mengatakan anak di bawah umur berada pada prioritas lebih rendah untuk divaksin anti virus corona dibandingkan dengan orang tua, yang menghadapi risiko lebih tinggi mengalami gejala parah setelah terpapar corona.

Hasil awal dari uji klinis Tahap I dan II menunjukkan vaksin Sinovac dapat memicu respons imun pada peserta berusia tiga hingga 17 tahun, dan sebagian besar efek samping terlihat ringan.

2. Sinovac telah menyelesaikan uji klinis Fase II

Sementara itu, Sinopharm, perusahaan farmasi yang didukung negara dan menggunakan dua dosis melalui teknologi serupa dengan produk Sinovac, juga mengirimkan data untuk mendapatkan izin penggunaan pada kelompok orang berusia lebih muda.

Vaksin buatan CanSino Biologics, yang menggunakan teknik berbeda, telah memasuki uji coba Tahap II dengan melibatkan orang-orang yang berusia dari enam hingga 17 tahun.

“Sinovac juga telah menyelesaikan uji klinis Fase II. Peserta disuntik dengan dosis penguat ketiga setelah menyelesaikan dua suntikan dosis reguler,” kata Yin.

3. Peserta mengalami kenaikan tingkat antibodi 10 kali lipat

Para peserta vaksinasi mengalami kenaikan tingkat antibodi 10 kali lipat dibandingkan dengan tingkat sebelumnya dalam seminggu, serta 20 kali lipat dalam setengah bulan.

Yin memperingatkan, sebelum dapat membuat rekomendasi kepada pihak berwenang tentang kapan dosis ketiga harus diberikan, Sinovac masih perlu menyelesaikan pengamatan jangka panjang pada rentang waktu antibodi.