Tiongkok Sebut Teori Kebocoran Lab lebih Cocok Tujukan ke AS

Tiongkok Sebut Teori Kebocoran Lab lebih Cocok Tujukan ke AS

Tiongkok sebut Teori Kebocoran Lab lebih Cocok Tujukan ke AS – Kabar yang menyebut bahwa virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan kembali menyeruak setelah peneliti AS merilis laporan terbaru. Meskipun demikian, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson justru memiliki pandangan yang berbeda. Melansir Xinhua, PM Johnson mengatakan bahwa sepertinya Covid-19 tidak berasal dari laboratorium di kota Wuhan di China.

Johnson menyarankan agar saat ini semua pihak lebih fokus pada ancaman yang ditimbulkan dari virus yang telah mendunia sejak awal tahun lalu tersebut. Sejalan dengan pernyataan sang perdana menteri, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa Inggris tetap melihat Covid-19 menular dari hewan ke manusia. Epidemiolog senior Tiongkok mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus menjadi prioritas dalam fase lanjutan terkait penyelidikan asal usul COVID-19.

Peneliti tersebut mengatakan, besar kemungkinan virus itu telah beredar di AS sejak awal Desember 2019. Bukannya tanpa alasan, epidemiolog itu mengutip sebuah studi yang diterbitkan oleh Apk Poker 77 Institut Kesehatan Nasional AS (NIIH) pekan ini. Dilansir dari Channel News Asia, dikatakan bahwa tujuh orang di lima negara bagian AS telah terinfeksi SARS-CoV-2 beberapa minggu sebelum laporan resmi kasus pertama.

1. Sejumlah pemimpin dunia desak investigasi yang lebih transparan
Current information on the COVID-19 pandemic | Festo Corporate

Sebuah studi bersama antara peneliti Tiongkok dengan World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada Maret melaporkan, kemungkinan besar virus corona bersumber dari perdagangan satwa liar atau disebarkan oleh kelelawar melalui spesies perantara yang belum diketahui.

Tetapi, Beijing telah mempromosikan teori bahwa COVID-19 masuk dari negara luar melalui makanan beku yang sudah terkontaminasi. Sebaliknya, sejumlah politisi asing menyerukan bahwa virus ini bersumber dari kebocoran laboratorium.

Pertemuan pemimpin G7 pekan lalu juga mendesak investigasi jilid dua yang lebih transparan dan akuntabel, termasuk peninjauan laboratorium. Sekalipun WHO telah memutuskan bahwa sangat tidak mungkin virus bisa bocor dari Institut Virologi Wuhan yang telah teruji keamanannya.

2. Tiongkok sebut teori kebocoran laboratorium lebih cocok untuk AS
Peneliti Tiongkok Sebut Virus Corona Berawal dari Amerika Serikat

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok Zeng Guang mengatakan kepada Global Times, perhatian penelusuran corona harus dialihkan kepada AS. Dia menuding Washington terlambat untuk menguji orang pada tahap awal kemunculan virus.

Di sisi lain, menurutnya teori kebocoran laboratorium lebih relevan untuk Negeri Paman Sam, mengingat AS merupakan rumah dari banyak laboratorium biologi.

“Semua hal terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi,” katanya.

3. Tiongkok minta jangan hanya negaranya saja yang dicurigai
Peneliti Tiongkok Sebut Virus Corona Berawal dari Amerika Serikat

Terkait studi terbaru NIIH, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan, WHO harus bekerja sama dengan Beijing dan banyak negara untuk mencari sumber virus. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga kredibel membuktikan bahwa COVID-19 bisa berasal dari berbagai negara, bukan Tiongkok semata.

Asal usul pandemik telah menjadi sumber ketegangan politik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Tiongkok dikritik karena dianggap kurang transparan dalam menyajikan data untuk ditinjau para peneliti.

Gedung Putih bahkan tidak mempercayai sepenuhnya hasil penelitian WHO sampai intelijen melaporkan hal serupa.

Awal bulan ini, Wall Street Journal merilis laporan dari laboratorium nasional AS yang mengatakan, adalah sebuah teori yang masuk akal bahwa virus telah bocor dari laboratorium. Studi lain mengungkap bahwa SARS-CoV-2 dapat beredar di Eropa pada awal September, tetapi para ahli mengabaikan hal tersebut.

Sebuah laporan tentang asal usul Covid-19 oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan bahwa hipotesis kebocoran virus dari laboratorium China di Wuhan masuk akal dan perlu diselidiki lebih lanjut, seperti dilaporkan Wall Street Journal.

Studi ini disiapkan pada Mei 2020 oleh Lawrence Livermore National Laboratory di California yang dirujuk oleh Departemen Luar Negeri ketika melakukan penyelidikan tentang asal usul pandemi selama bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump, menurut laporan WSJ yang dikutip Reuters.