Rempah-rempah dari Indonesia yang Bisa Atasi Peradangan

Rempah-rempah dari Indonesia yang Bisa Atasi Peradangan

Rempah-rempah dari Indonesia yang Bisa Atasi Peradangan – Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau perisa dalam masakan. nflamasi atau peradangan merupakan cara tubuh untuk melawan infeksi sekaligus menyembuhkan. Namun, dalam beberapa situasi, inflamasi menjadi kronis.

Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering. Kondisi ini disebabkan adanya peradangan yang sulit dikendalikan dan memakan waktu lama untuk kembali normal. Akibatnya, berbagai penyakit berat mudah bersarang dalam tubuh, seperti kanker dan diabetes.

Ada beberapa cara agar inflamasi cepat reda, di antaranya olahraga, istirahat cukup, dan pola makan yang tepat. Selain itu, kamu bisa mengonsumsi rempah-rempah ke dalam makanan atau minuman. Sebab, banyak di antara mereka yang memiliki sifat antiinflamasi. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak daftarnya berikut ini.

1. Kunyit
5 Rempah Indonesia Efektif Atasi Inflamasi, Jadi Obat Tradisional

Kunyit merupakan bumbu kuning dalam masakan Indonesia dengan rasa yang khas. Di Indonesia, selain untuk memasak, tumbuhan rimpang ini juga sering digunakan sebagai bahan ramuan jamu tradisional yang berkhasiat bagi kesehatan.

Kunyit (Curcuma longa) sudah lama menjadi obat untuk mengobati pilek, luka, infeksi, dan penyakit hati. Memiliki lebih dari 300 senyawa aktif, ia dinilai dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, salah satu senyawa aktif dari kunyit, yakni curcumin bertugas sebagai antioksidan yang bisa meredakan inflamasi, menurut studi tahun 2017 yang diterbitkan oleh Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) Journal. 

2. Lada hitam
5 Rempah Indonesia Efektif Atasi Inflamasi, Jadi Obat Tradisional

Rasanya yang khas membuat lada hitam menjadi rempah paling populer di dunia. Selain itu, rempah berwarna hitam ini juga berkhasiat bagi kesehatan, seperti meredakan asma dan diare.

Sebuah ulasan ilmiah dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition Journal tahun 2013 menerangkan jika lada hitam memiliki senyawa aktif bernama piperin yang bertugas sebagai antiinflamasi. Selain itu, piperin juga membantu fungsi otak kognitif, penyerapan nutrisi, dan fungsi lambung.

3. Kapulaga
5 Rempah Indonesia Efektif Atasi Inflamasi, Jadi Obat Tradisional

Rempah yang satu ini juga efektif dalam mengurangi inflamasi dalam tubuh. Penelitian selama 8 minggu dengan peserta prediabetes sebanyak 80 orang menghasilkan bahwa seluruh peserta memperlihatkan penurunan penanda inflamasi secara signifikan setelah mengonsumsi 3 gram kapulaga setiap hari, menurut studi dari Journal Sciences Food Agriculture tahun 2017.

Dalam hidangan Indonesia, kamu bisa merasakan kapulaga dalam masakan kare atau gulai. Tidak hanya ditemukan dalam bentuk biji, rempah ini juga ada dalam bentuk kapsul atau bubuk di pasaran untuk mempermudah konsumsi. Lebih suka menikmati kapulaga yang mana, nih?

4. Jahe
5 Rempah Indonesia Efektif Atasi Inflamasi, Jadi Obat Tradisional

Jahe adalah rempah yang bisa dinikmati dalam bentuk segar, kering, atau bubuk. Dalam pengobatan tradisonal, jahe terkenal dapat mengurangi pilek, radang sendiri, migrain, mual, serta tekanan darah tinggi.

Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics membuktikan bahwa jahe memiliki sifat antiinflamasi. Selama 3 bulan, peserta studi mengonsumsi 500 miligram bubuk jahe. Hasilnya, rempah tersebut memang bermanfaat mengurangi peradangan di dalam tubuh.

5. Cengkih
5 Rempah Indonesia Efektif Atasi Inflamasi, Jadi Obat Tradisional

Sejak lama, cengkih dipakai sebagai ekspektoran, yakni obat untuk mengeluarkan dahak ketika batuk. Bukan hanya itu, nyatanya, cengkih juga bisa mengurangi inflamasi, lho.

Menurut penelitian tahun 2017 yang dimuat di Pharmaceutical Biology Journals, minyak esensial yang terbuat dari cengkeh terbukti mengandung antijamur, antivirus, antimikroba, dan antiinflamasi. Bahkan, senyawa aktif eugonol yang dikandungnya juga efektif mengurangi keganasan sel kanker.