Presiden China Berjanji Akan Menjunjung Perdamaian Dunia

Presiden China Berjanji Akan Menjunjung Perdamaian Dunia

Presiden China Berjanji Akan Menjunjung Perdamaian Dunia -Presiden  China Xi Jinping berjanji bahwa China akan selalu menjunjung perdamaian dunia dan aturan Internasional. Hal itu dikatakan Xi Jinping hari ini di tengah kekhawatiran yang diungkapkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain atas meningkatnya ketegasan bangsa secara global.

Pernyataan Xi Jinping itu muncul setelah Taiwan mengatakan bulan ini bahwa ketegangan militer dengan China adalah yang terburuk dalam 40 tahun terakhir. Presiden China Xi Jinping berjanji negaranya akan selalu menjunjung perdamaian dunia dan tatanan internasional.

Pernyataan itu disampaikan Xi, di tengah kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain atas kampanye militer Beijing yang semakin agresif.

1. China menentang segala bentuk hegemoni dan unilateralisme
China Berjanji Promosikan Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Sebagai informasi, pada 1971 PBB memilih untuk mengakui Republik Rakyat China, kemudian mengeluarkan Taiwan dari badan dunia.

Selain Taiwan, China juga bergulat dengan banyak negara soal klaim teritori, termasuk perbatasan di Himalaya dengan India, kepemilikan Laut China Selatan dengan beberapa negara Asia Tenggara, dan sengketa dengan Jepang soal klaim Laut China Timur.

“China dengan tegas menentang semua bentuk hegemoni dan politik kekuasaan, unilateralisme dan proteksionisme,” kata Xi, menyerukan kerja sama global yang lebih besar pada isu-isu sensitif seperti konflik regional, terorisme, perubahan iklim, keamanan siber, dan biosekuriti.

2. China minta seluruh negara ikut mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan
China Berjanji Promosikan Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Beberapa pekan lalu, provokasi militer China terhadap negara tetangganya mencuri perhatian komunitas internasional. Taiwan menanggapi kampanye militer itu sebagai provokasi terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Pada perayaan 100 tahun kekuasaan Partai Komunis China, Xi berharap negara di seluruh dunia ikut mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, pernyataan yang justru berbanding terbalik dengan provokasi militer China dan kebijakan di dalam negerinya.

3. Hubungan China-AS semakin memanas
China Berjanji Promosikan Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Beberapa hari lalu, Gedung Putih menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika Beijing menginvasi Taipei.

“Presiden tidak menyampaikan perubahan apa pun dalam kebijakan kami, dan tidak ada perubahan,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menjelaskan tentang posisi AS terhadap Taiwan, sebagaimana dilaporkan AFP.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden juga meyakinkan bahwa kapasitas militernya jauh lebih baik daripada Rusia atau China. Sehingga, Taiwan sebagai salah satu aliansi AS di kawasan Asia Timur tidak perlu takut dengan kekuatan tetangganya.

“Seluruh dunia tahu bahwa kita memiliki militer paling kuat di dunia,” ujar Biden.

Di sisi lain, China meminta Biden untuk berhati-hati dalam menyikapi isu Taiwan. Bagi China, Taiwan merupakan wilayah kesatuan yang sudah sejak lama berupaya untuk memisahkan diri.

“Ketika menyangkut persoalan kedautalan dan integritas teritori, tidak ada ruang bagi China untuk berkompromi atau membuat konsesi. Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari China. Masalah Taiwan murni urusan internal China yang tidak mengizinkan intervensi asing,” kata Kementerian Luar Negeri China. Disebutkan bahwa pada tahun 1971, PBB memilih untuk mengakui Republik Rakyat Cina, mengeluarkan Taiwan dari badan dunia.

China juga mempertaruhkan klaimnya secara lebih tegas atas wilayah yang disengketakan dengan India di perbatasan Himalaya, dengan beberapa negara Asia Tenggara di atas Laut China Selatan, dan dengan Jepang atas beberapa pulau di Laut China Timur.