Pemerintahan Filipina Akan Mencabut Larangan Masuk 10 Negara

Pemerintahan Filipina Akan Mencabut Larangan Masuk 10 Negara

Pemerintahan Filipina Akan Mencabut Larangan Masuk 10 Negara – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencabut larangan masuk bagi turis asing dari 10 negara karena Covid-19. Pencabutan larangan masuk turis itu termasuk dari India, Uni Emirat Arab dan Indonesia, kata juru bicara Kepresidenan Filipna.

Larangan yang diterapkan sejak April 2021 dan kemudian diperluas ke lebih banyak negara pada Juli tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Delta yang lebih menular.

Filipina akan mencabut larangan perjalanan pada pendatang dari 10 negara yang akan dimulai per hari Senin, 6 September 2021. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte melalui juru bicara kepresidenan Pada waktu setempat.

1. Daftar negara yang dicabut larangan perjalanannya
Filipina Cabut Larangan Perjalanan dari 10 Negara, Termasuk Indonesia

Pendatang yang dicabut larangan perjalanannya yakni Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Oman, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, dan Uni Emirat Arab. Seperti yang dilaporkan Reuters, negara-negara tersebut nantinya diharuskan melakukan 14 hari masa karantina saat tiba di kedatangan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque menyampaikan bahwa sebelumnya larangan tersebut yang diberlakukan pada bulan April dan diperluas lagi ke lebih banyak negara pada bulan Juli guna menekan penyebaran varian baru virus corona (COVID-19), varian Delta.

2. Lonjakan kasus varian Delta membanjiri rumah sakit di Filipina
Filipina Cabut Larangan Perjalanan dari 10 Negara, Termasuk Indonesia

Dilansir dari Hindustan Times, Filipina mendeteksi 1.789 kasus varian Delta, diantaranya termasuk 33 kematian akibat transmisi lokal yang telah menular ke masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa varian Delta merupakan jenis virus COVID-19 yang dominan menyebar di Filipina.

Maria Rosario Vergeire selaku Wakil Menteri Kesehatan Filipina telah mengisyaratkan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Filipina akan terus bertambah akibat penyebaran varian Delta, juga varian virus COVID-19 lainnya.

Lonjakan pertambahan kasus corona varian Delta yang terjadi juga menyebabkan banjirnya pasien di rumah sakit, bahkan ketika seruan petugas kesehatan yang memprotes pengabaian pemerintah, serta tunjangan yang tidak dibayar.

3. Kasus COVID-19 dan vaksinasi di Filipina
Filipina Cabut Larangan Perjalanan dari 10 Negara, Termasuk Indonesia

Setelah Indonesia, Filipina menempati posisi tertinggi kedua di Asia Tenggara yang memiliki jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19, dikutip dari Hindustan Times. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Filipina pada tanggal 4 September 2021, dilaporkan terdapat 2.061.084 kasus corona yang dikonfirmasi, termasuk 34.062 kematian, dan penambahan 20.741 kasus baru infeksi COVID-19 pada hari Jumat.

Dalam hal vaksinasi, Harry Roque mengatakan bahwa Filipina telah memberikan total 34.112.320 suntikan vaksin COVID-19 per 1 September, di mana 14.109.916 atau sekitar 18,29 persen dari populasi sasaran telah divaksinasi lengkap, dikutip dari Kantor Berita Pemerintah Filipina, pna.gov.ph. Aturan itu akan resmi dicabut pada Senin besok, kata Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Nanti, wisatawan dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Uni Emirat Arab, Oman, Thailand, Malaysia, dan Indonesia harus menghabiskan 14 hari di karantina pada saat kedatangan.