Para Pemimpin Negara ASEAN Bertemu Membahas Kelompok Taliban

Para Pemimpin Negara ASEAN Bertemu Membahas Kelompok Taliban

Para Pemimpin Negara ASEAN Bertemu Membahas Kelompok Taliban -Gerakan Taliban, atau Taliban atau Taleban adalah gerakan nasionalis  Islam  Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001.

Kelompok Taliban dibentuk pada September 1994, mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Pakistan. Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan kelompok ini karena kejahatannya terhadap warga negara Iran dan Afghanistan. Taliban melakukan berbagai aksi pelanggaran HAM di  Afghanistan.

Kelima pemimpin negara-negara Asia Tengah bertemu di Turkmenistan pada hari Jumat, 6 Agustus 2021, waktu setempat membahas idn poker mobile kelompok Taliban di Afghanistan. Pihak Turkmenistan sendiri menilai Afghanistan pertanyaan yang menimbulkan kekhawatiran semua pihak.

1. Pembicaraan tersebut datang ketika Taliban menantang pasukan pemerintah Afghanistan
Pemimpin Asia Tengah Bertemu di Turkmenistan Bahas Taliban

Dilansir dari Aljazeera.com, para pemimpin dari 5 negara Asia Tengah telah berkumpul di Turkmenistan untuk melakukan pembicaraan, dengan spiral perang di negara tetangga Afghanistan menjadi agenda utama mereka ketika pasukan asing pimpinan Amerika Serikat meninggalkan negara itu.

Pembicaraan di kota Laut Kaspia Avaza pada hari Jumat, 6 Agustus 2021, waktu setempat datang ketika kelompok Taliban menantang pasukan pemerintah Afghanistan di beberapa kota besar setelah berminggu-minggu mendapatkan keuntungan di pedesaan, termasuk di provinsi-provinsi di sebelah 3 bekas “stan” Uni Soviet yang berbatasan dengan negara itu yakni Tajikisan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov, menyebut Afghanistan pertanyaan yang mengkhawatirkan semua pihak pada hari Rabu, 4 Agustus 2021, lalu ketika televisi pemerintah setempat menunjukkan dia menerima Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, untuk pembicaraan bilateral menjelang KTT.

Kelompok Taliban telah menjalin kontak resmi dengan Turkmenistan dan Uzbekistan serta Rusia dan Tiongkok, dua pemain penting di kawasan itu. Hal tersebut sangat berbeda dari terakhir kali ia berkuasa, ketika negara-negara di kawasan itu, selain Turkmenistan yang netral, telah menawarkan dukungan kepada pasukan lokal dan internasional yang mencoba menggulingkan kelompok militan.

2. Para analis menilai kekosongan keamanan di Afghanistan dapat menimbulkan ancaman di kawasan Asia Tengah
Pemimpin Asia Tengah Bertemu di Turkmenistan Bahas Taliban

Para analis berpendapat bahwa kekosongan keamanan yang berkembang di Afghanistan dapat menimbulkan ancaman tersendiri bagi kawasan Asia Tengah dan kerja sama ekonominya yang berkembang dengan Afghanistan. Presiden Tajikistan pada hari Jumat, 6 Agustus 2021, waktu setempat mencatat bahwa kelompok Taliban saat ini menguasai seluruh perbatasan Afghanistan dengan negara pegunungannya yang berpenduduk 9,5 juta orang.

Rakhmon mengklaim sejumlah organisasi teroris secara aktif memperkuat posisi mereka di daerah-daerah tersebut. Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, menyerukan adanya gencatan senjata penuh dan kompromi yang dinegosiasikan bersama yang dapat diterima dalam pembicaraan. Tajikistan merupakan salah satu dari sedikit tetangga Afghanistan yang belum menjadi tuan rumah delegasi dari Taliban karena menampilkan dirinya sebagai pemerintah yang menunggu.

Menurut analis dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, Jen Brick Murtazashvili, mengatakan ketika Taliban telah berjanji bahwa mereka tidak memiliki desain di negara-negara bagian utara, kekacauan yang ditimbulkan oleh kebuntuan antara pemerintah dan gerilyawan dapat mendorong kelompok-kelompok kekerasan lain juga melakukannya.

Ia menambahkan selama pertempuran terus berlanjut, akan sulit bagi Afghanistan atau Taliban untuk menjamin keamanan proyek infrastruktur.

3. Sekitar hari Senin, 2 Agustus 2021, lalu pasukan Rusia dan Uzbekistan memulai latihan militer bersama di dekat perbatasan Afghanistan
Pemimpin Asia Tengah Bertemu di Turkmenistan Bahas Taliban

Sekitar hari Senin, 2 Agustus 2021, lalu pasukan Rusia dan Uzbekistan memulai latihan militer bersama di dekat perbatasan Afghanista. Akhir pekan ini, pasukan dari kedua negara akan berpartisipasi dalam latihan militer trilateral di negara tetangga Tajikistan dan kedua latihan itu didorong oleh kemajuan kelompok Taliban di Afghanistan bagian utara yang beberapa pekan terakhir, memicu pelarian pasukan militer Afghanistan dan warga sipil yang melintasi perbatasan ke Tajikistan.

Pada saat yang sama, retorika diplomatik Rusia menyeimbangkan antara mencela Amerika Serikat atas kegagalannya di Afghanistan dan mendukung dukungan untuk penyelesaian yang dinegosiasikan.

Kepala Staf Umum Militer Rusia, Valery Gerasimov, tiba di Uzbekistan untuk melakukan pembicaran pada hari Kamis, 5 Agustus 2021, lalu serta untuk mengamati latihan militer. Selama pertemuannya dengan rekannya dari Uzbekistan, Shukhrat Khalmukhamedov, Gerasimov mengatakan latihan itu dilakukan untuk mempraktekkan tindakan untuk mengusir ancaman teroris.

Menurutnya, ancaman utama bagi kawasan Asia Tengah saat ini datang dari arah Afghanistan seraya mencatat bahwa Rusia telah meningkatkan pasokan senjatanya ke wilayah tersebut. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia.

Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan.