Para Nakes Filipina Menuntut Upah dan Tunjangan dari Covid19

Para Nakes Filipina Menuntut Upah dan Tunjangan dari Covid19

Para Nakes Filipina Menuntut Upah dan Tunjangan dari Covid19 – Pada Rabu (1/9/2021), puluhan tenaga kesehatan (nakes) berkumpul untuk mengajukan protes tepat di depan Departemen Kesehatan, Manila, Filipina. Tuntutan yang disuarakan tentunya tak lepas dari kasus COVID-19 yang kian bertambah setiap hari, namun upah dan tunjangan yang tak kunjung diterima para nakes.

Tenaga kesehatan adalah orang-orang yang secara profesional memberikan pelayanan kesehatan setelah menempuh pendidikan dan pelatihan formal dalam disiplin ilmu tertentu. Kekecewaan ini membuat para nakes pada akhirnya menyebut tindakan ini adalah tindakan pengabaian yang dilakukan pemerintah Filipina. Dengan menggunakan perlindungan medis lengkap, mereka mengeluarkan tuntutan-tuntutannya.

Tenaga kesehatan umumnya dikelompokkan menjadi berbagai profesi, misalnya dokter, dokter gigi, dokter hewan, asisten dokter, apoteker dan asistennya, perawat, fisioterapis, bidan, psikolog, dan sebagainya. Tak hanya tuntutan untuk upah dan tunjangan, para nakes juga bersuara untuk pengunduran diri Menteri kesehatan Filipina, Fransisco Duque.

1. Kasus COVID-19 yang terus bertambah di Filipina 

Dilansir laman Reuters, kasus COVID-19 di Filipina terus memburuk. Dalam sebulan terakhir, angka COVID-19 di Filipina berhasil menembus 2 juta kasus. Dengan rekor harian mencapai 22.000 pada Senin. Karena melonjaknya angka tersebut mengakibatkan staf medis kewalahan untuk menanganinya.Terlebih saat fasilitas kesehatan juga semakin menipis.

Akibat kasus COVID-19 yang terus bertambah, tercatat sekitar 103 nakes Filipina yang telah meninggal.

“Sangat menyedihkan bahwa banyak dari kami (staf medis) yang telah meninggal, banyak di antara kami menjadi sakit, dan banyak yang mengundurkan diri atau memilih pensiun lebih awal, namun kita masih berlutut di hadapan Departemen Kesehatan agar memberi tunjangan kita,” ucap Robert Mendoza, Presiden Pekerja Kesehatan Alliance.

2. Janji pemerintah Filipina untuk nakes
Filipina: COVID-19 Naik, Nakes Tuntut Upah dan Tunjangan

Dilansir Al Jazeera, Presiden Rodrigo Duterte telah memberi tenggat waktu Kementerian Kesehatan selama 10 hari, terhitung sejak 21 Agustus untuk membayar upah dan tunjangan staf medis. Namun rupanya hingga Rabu (1/9/2021) hal-hal yang mereka harapkan tak juga datang.

“Pemerintah berjanji akan memberikan tunjangan hari ini, tetapi hingga saat ini belum,” jelas seorang perawat bernama Nico Oba. “Saya kasihan pada kami, karena kami yang meminta,” lanjutnya.

Tak terkecuali dengan kekecewaan mereka terhadap Menteri Kesehatan Fransisco Duque, sehingga para nakes menuntutnya untuk mengundurkan diri. Dilansir Al Jazeera, penyebab tuntutan mereka kepada Duque diakibatkan adanya dugaan penyalahgunaan dana COVID-19. Dengan demikian, pada akhirnya membuat para staf medis rela berdiri di depan Departemen Kesehatan sambil membawa plakat yang berisi tuntutan mereka.

3. Asosiasi Perawat Filipina melakukan protes secara virtual 

Sama seperti pekerja kesehatan lainnya, Asosiasi Perawat Filipina juga mengeluarkan berbagai tuntutannya terhadap pemerintah. Meski hanya dilakukan secara daring, mereka menuntut terkait kondisi kerja yang lebih baik dan mengharapkan pertambahan staf di rumah sakit.

Varian Delta yang semakin ganas—sama seperti yang terjadi di wilayah Asia Tenggara lainnya, membuat Filipina harus dihadapkan tantangan lebih nyata. Tingkat vaksinasi yang masih rendah membuat kasus di Filipina melonjak, dimana kasus telah menginjak angka 2 juta.