Militer Tiongkok Mengecam Keras Pelayaran Kapal Perang AS

Militer Tiongkok Mengecam Keras Pelayaran Kapal Perang AS

Militer Tiongkok Mengecam Keras Pelayaran Kapal Perang AS – Militer China  mengutuk Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena kedua negara tersebut mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan pada pekan lalu. Menurut militer China, tindakan  AS dan Kanada dengan mengirim kapal perang itu mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

“AS dan Kanada berkolusi untuk memprovokasi dan menimbulkan masalah, sangat membahayakan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan,” kata seorang perwakilan militer China. Sementara itu, militer AS mengatakan kapal Arleigh Burke USS Dewey berlayar melalui jalur air sempit yang memisahkan Taiwan dari tetangga raksasanya  China.

Dikutip dari Reuters, kedua kapal perang Negara Barat tersebut tercatat melakukan transit di Selat Taiwan pada Kamis (14/10) hingga Jumat (15/10). Selama proses pelayaran berlangsung, militer Tiongkok dari Komando Teater Timur dikabarkan dalam keadaan siap siaga dan siap tempur.

1. China kembali tegaskan Taiwan adalah bagian dari negaranya
China Kecam Pergerakan Kapal Perang AS dan Kanada

Ambisi Tiongkok menaklukkan Taiwan tidak pernah surut dari permukaan. Hal tersebut terus ditunjukkan mereka, salah satunya ketika Tiongkok mengecam Amerika dan Kanada.

Selain menjelaskan pelayaran kapal perang AS dan Kanada mengancam keamanan di sekitar perairan Selat Taiwan, Beijing juga menyampaikan bahwa Taiwan adalah bagian dari teritorialnya, seperti yang dilansir dari Reuters.

“Taiwan adalah bagian dari Wilayah Tiongkok. Pasukan Tiongkok selalu menjaga tingkat kewaspadaan tinggi dan tegas guna menghadapi segala bentuk ancaman serta provokasi,” ujar militer Tiongkok.

2. Amerika pastikan keberadaan kapal perangnya sebagai “komitmen” 

Konfrontasi antara AS dan Tiongkok semakin memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pelayaran kapal perang milik Angkatan Laut AS di Laut China Selatan dan sekitar Taiwan selalu tidak luput dari amarah Tiongkok yang merasa terancam.

Melansir Al Jazeera, militer Amerika Serikat mencap keberadaan kapal-kapal perangnya di Kawasan Indo-Pasifik sebagai manifestasi komitmen Washington kepada sekutunya dan menjamin kebebasan navigisasi.

Melintasnya kapal perang AS di Selat Taiwan sendiri dikabarkan sudah sering terjadi setiap bulannya. Tidak hanya Amerika, namun angkatan laut dari sekutu AS, seperti Inggris dan Australia, juga diketahui sering berlayar di perairan Taiwan.

3. AU China tidak berhenti infiltrasi udara Taiwan

Komitmen yang dilakukan AS beserta sekutunya ternyata belum cukup menghentikan “invasi” Tiongkok ke Taiwan. Dilaporkan Reuters, Kementerian Pertahanan Taiwan pada Minggu (17/10) melaporkan jika tiga pesawat AU Tiongkok menerobos zona pertahanan udaranya.

Unjuk kekuatan oleh Tiongkok atas Taiwan ini sudah menjadi rutinitas yang harus dihadapi Taipei setiap harinya. Meskipun begitu, Taiwan mengakui dalam beberapa minggu terakhir Beijing terlihat semakin agresif dengan infilitrasi udara yang mereka lakukan.

Setidaknya total 150 pesawat militer Tiongkok dikabarkan sempat bermain di udara Taiwan selama empat hari infilitrasi terbesar dalam sejarah konfrontasi Tiongkok-Taiwan pada awal Oktober 2021.