Kawasan Chinatown di Singapura yang Nyaman Bagi Kaum Muslim

Kawasan Chinatown di Singapura yang Nyaman Bagi Kaum Muslim

Kawasan Chinatown di Singapura yang Nyaman Bagi Kaum Muslim – Labirin jalan sempit di Chinatown termasuk Chinatown Food Street, dengan restorannya yang menyajikan hidangan tradisional seperti nasi ayam Hainan, mi, dan satai. Toko suvenir dan butik indie memenuhi area ini, menawarkan pakaian, kerajinan, dan barang antik, sementara Club Street penuh dengan bar wine yang trendi.

Bangunan budaya di sini termasuk Sri Mariamman Temple dari tahun 1827 serta Buddha Tooth Relic Temple and Museum yang penuh hiasan. Chinatown atau Pecinan merupakan salah satu objek wisata budaya yang digandrungi para turis ketika melawat ke Singapura. Chinatown yang semula meliputi kawasan Telok Ayer, sekarang telah berkembang hingga ke Kreta Ayer, Bukit Pasoh, sampai Tanjong Pagar.

Sebagai salah satu kawasan bersejarah, Anda tidak hanya dapat menemukan situs sejarah kuno yang berada di Chinatown. Sebaliknya, para pelancong akan menemukan kawasan yang begitu hidup dengan penginapan, restoran, dan pertokoan dengan arsitektur ala China.

1. Menginap di hotel trendi dan estetik
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Chinatown berada di jantung Singapura, oleh karena itu lokasinya sangat strategis dan memiliki fasilitas lengkap yang dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.

Harga penginapan di Chinatown sangat beragam, tetapi jangan khawatir karena harga penginapan di kawasan ini terbilang terjangkau.

Di sini juga banyak hotel trendi dengan desain modern aesthetic dan fasilitas lengkap untuk wisatawan. Jarak rata-rata hotel di Chinatown sangat dekat dengan stasiun MRT.

2. Beribadah di Masjid Jamae (Chulia) yang bersejarah
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Masjid Jame (Chulia) adalah masjid bersejarah di Singapura yang dibangun pada 1826. Awalnya masjid ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan kaum Chulia atau Muslim Tamil untuk beribadah.

Arsitektur Masjid Jame sangat unik karena menggabungkan elemen budaya barat dan timur. Sejak abad ke-19, Masjid Jamae masih mempertahankan bentuk aslinya. Hanya ada sedikit perbaikan dan penyesuaian cat. Masjid Jamae Chulia ditetapkan sebagai monumen nasional pada 1974.

Wisatawan muslim dan non-muslim diizinkan berkunjung ke masjid ini dengan aturan mengenakan busana sopan dan tertutup, serta membuka alas kaki.

3. Berkunjung ke rumah tradisional peranakan NUS Baba House
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Rumah bersejarah yang dibangun pada 1857 ini merupakan aset sejarah Singapura yang menceritakan budaya peranakan Singapura. Arsitektur dan interior NUS Baba House yang mencerminkan peranakan tradisional, semuanya dalam kondisi masih utuh dan sangat baik.

NUS merupakan singkatan dari National University of Singapore yang membeli dan memugar rumah ini. Anda dapat menemukan lebih dari 2.000 artefak barang antik dan hiasan khas Peranakan, mulai dari mebel, peralatan rumah tangga, keramik, foto, buku, tekstil, dan lukisan.

4. Belajar sejarah imigran China Singapura di Chinatown Heritage Centre
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke Chinatown tanpa mengetahui sejarahnya. Chinatown Heritage Centre adalah tempat yang tepat untuk belajar mengenai sejarah kawasan Chinatown.

Uniknya, museum ini berada di kawasan pertokoan, yang memang dibuat untuk menunjukkan toko orisinal Chinatown pada 1950-an.

Di Chinatown Heritage Centre, Anda juga dapat belajar mengenai perjalanan imigran dari China ke  Singapura pada akhir abad 19. Terdapat fasilitas tur audio dan pameran interaktif di museum ini.

5. Wisata kuliner di Chinatown
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Ada banyak tempat untuk wisata kuliner di Chinatown Singapura, yang tentunya menawarkan rasa orisinal dari beragam cita rasa.

Makanan halal seperti kway teow, bebek panggang, mi tarik, omelet kerang, juga disajikan oleh restoran bintang Michelin sampai pusat jajanan kuliner.

Anda dapat mengunjungi Chinatown Complex, rumah dari 260 pusat jajanan kuliner dengan harga makanan yang terjangkau. Masih ada Maxwell Food Centre, pusat jajanan kuliner dengan banyak gerai makanan yang masuk Michelin Bib Gourmand.

Selain pusat jajanan kuliner, Anda dapat menuju distrik kuliner di Chinatown seperti Everton Park yang punya sederet kafe hipster kekinian, Ann Siang Road, dan Club Street dengan banyak restoran trendi di sepanjang jalan.

6. Belanja oleh-oleh unik dari Chinatown
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Anda bisa menemukan banyak barang dan makanan unik untuk jadi oleh-oleh dari Chinatown.

Pagoda Street adalah kawasan pertokoan andalan untuk membeli oleh-oleh, seperti gantungan kunci, dompet, dan kaos dalam jumlah banyak dan harga murah.

Namun, jika ingin memilih oleh-oleh anti-mainstream, cobalah untuk berkunjung ke Pek Sin Choon, toko teh yang buka sejak 1925. Anda bisa menemukan teh dari berbagai penjuru dunia dan aksesoris dengan bentuk lucu.

Toko teh ini mempunyai tradisi menyediakan teh gratis setiap hari di depan tokonya. Tujuan awalnya untuk melegakan dahaga para buruh yang bekerja dan tinggal di daerah sekitar toko. Namun, tradisi ini terus berlanjut sampai sekarang.

Ada pula Chop Wah On, toko minyak angin dan balsam yang berkhasiat untuk kesehatan. Toko ini buka sejak 1916 dan kini juga menawarkan berbagai minyak aroma terapi dengan wangi yang harum.

7. Tur naik becak yang seru
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Kalau Anda ingin menjajal sensasi tur yang berbeda di Chinatown? Cobalah tur menaiki becak di Trishaw Uncle. Tur ini akan dipandu uncle, sebutan untuk laki-laki dewasa di Singapura, yang handal mengendarai becak.

Anda tidak perlu khawatir karena para uncle memiliki lisensi yang terpercaya.
Becak menjadi kendaraan yang ramah lingkungan untuk menelusuri lorong dan jalanan di Chinatown. Anda akan diajak jalan-jalan dan jajan makanan halal dalam tur selama 45 menit.

Tur keliling naik becak ini dihargai 49 dolar Singapura (sekitar Rp520 ribu per orang) dengan satu becak berkapsitas dua orang penumpang.

8. Berfoto di mural karya seniman lokal
8 Ide Wisata Seru di Chinatown, Kawasan Ramah Muslim Singapura!

Chinatown juga punya banyak mural atau lukisan dinding yang tampak hidup, buatan seniman lokal Singapura. Mural-mural indah ini menarik wisatawan untuk berfoto dan melihat cerita di baliknya.

Kamu bisa melihat lukisan karya seniman Yip Yew Cheong berjudul My Chinatown Home yang menggambarkan area Chinatown zaman dulu. Mural ini mengajak Anda untuk bernostalgia dalam sebuah rumah keluarga peranakan yang hangat. Mural ini berada di jalan 30 Smith Street dekat dengan Buddha Tooth Relic Temple.

Yip juga menggambar sebuah mural pada dinding sepanjang 40 meter di Kuil Thian Hock Keng, menceritakan perjuangan para imigran dari Fujian, China sampai ke Singapura dan kontribusi mereka terhadap Singapura modern. Kamu dapat menemukan mural ini di 93 Amoy Street di belakang Thian Hock Keng Temple.

Pecinan pada dasarnya terbentuk karena 2 faktor yaitu faktor politik dan faktor sosial.

  • Faktor politik berupa peraturan pemerintah lokal yang mengharuskan masyarakat Tionghoa dikonsentrasikan di wilayah-wilayah tertentu supaya lebih mudah diatur (Wijkenstelsel). Ini lumrah dijumpai di Indonesia pada zaman Hindia Belanda karena pemerintah kolonial melakukan segregasi berdasarkan latar belakang rasial. Pada waktu-waktu tertentu, malah diperlukan izin masuk atau keluar dari pecinan (Passenstelsel) semisal di pecinan Batavia.
  • Faktor sosial berupa keinginan sendiri masyarakat Tionghoa untuk hidup berkelompok karena adanya perasaan aman dan dapat saling bantu-membantu. Ini sering dikaitkan dengan sifat ekslusif orang Tionghoa, namun sebenarnya sifat ekslusif ada pada etnis dan bangsa apapun, semisal adanya kampung Madras/India di Medan, Indonesia; kampung Arab di Fujian, Tiongkok atau pemukiman Yahudi di Shanghai, Tiongkok.