Jerman Menangkap Seseorang yang Diduga Mata-Mata Dari China

Jerman Menangkap Seseorang yang Diduga Mata-Mata Dari China

Jerman Menangkap Seseorang yang Diduga Mata-Mata Dari China – Mata-mata (disebut juga agen rahasia atau agen intelijen) adalah seseorang yang bekerja untuk mengumpulkan rahasia-rahasia sebagaimana dijelaskan di atas. Istilah pejabat intelijen juga digunakan untuk merujuk kepada anggota  angkatan bersenjata, polisi, atau agen intelijen swasta.

Yang bekerja khusus mengumpulkan, memadukan, dan menganalisis informasi dan data intelijen dengan tujuan untuk menyediakan pertimbangan bagi pemerintahan mereka atau organisasi lainnya. Secara umum, para pejabat intelijen dapat bepergian ke negara-negara lain untuk merekrut dan “menjalankan” agen intelijen, yang akan memata-matai pemerintahan mereka sendiri. Kepolisian Jerman telah menangkap seorang ilmuwan politik yang diduga menjai mata-mata China.

Pemerintah Jerman menduga pria tersebut memiliki hubungan dengan Beijing lantaran pernah melakukan kontak secara langsung dengan pihak idn poker versi lama intelijen Negeri Tirai Bambu. Sebelum terkuaknya kasus ini, seorang ilmuwan asal Rusia yang tinggal di Jerman juga sudah ditangkap pada akhir Juni lalu. Pria yang bekerja sebagai asisten peneliti tersebut diduga menjadi mata-mata Rusia.

1. Terduga pelaku merupakan seorang ilmuwan di lembaga penelitian

Pada hari Senin (05/07/2021) Kepolisian Jerman telah melakukan penangkapan seorang ilmuwan politik yang bernama Dr. Klaus L terkait dengan spionase. Ilmuwan yang bekerja di lembaga penelitian politik tersebut diduga juga menjadi agen mata-mata rahasia kepada Pemerintah China selama beberapa tahun.

Kantor Kejaksaan München mengklaim bahwa Dr. Klaus L menggunakan lembaga penelitian untuk membangun reputasi dan jaringan selama beberapa tahun. Sementara ketika ia berada di Shanghai pada 2010, Klaus dituding direkrut oleh intelijen China yang bertugas memberitahukan terkait isu terkini, dikutip dari laman RT.

2. Klaus diketahui telah memberikan informasi ke Beijing
Diduga Mata-mata China, Jerman Tangkap Ilmuwan Politik

Pria bernama Klaus L (75) telah mendirikan Yayasan Hanns Seidel di München sejak 2001, sebelum kemudian mengembangkan Institute for Transnational Studies. Bahkan yayasan tersebut memiliki asosiasi dengan Christian Social Union (CSU) yang merupakan partai saudara Angela Merkel, yakni Christian Democratic Union (CDU) di Bavaria.

Klaus mendapati bukti bahwa ia dibayar atas informasi yang diberikan kepada intelijen China. Bahkan pada penerbangannya ke China pada November 2019 lalu, investigator Jerman menemukan bahwa semua perjalanannya dibiayai oleh pihak Negeri Tirai Bambu.

Sementara kepolisian sudah melakukan penggeledahan di properti miliknya di Munchen setelah ia pulang dari Italia. Polisi juga menemukan beberapa flaskdisk dan komputer ketika menggeledak propertinya yang dijadikan sebagai barang bukti, dilansir dari laman DW.

3. Klaus pernah menjadi agen mata-mata BND

Dilaporkan dari RT, Siaran Publik Jerman (ARD) melaporkan bahwa Klaus L sebelumnya sempat menjadi agen mata-mata untuk Badan Intelijen Jerman atau Bundesnachrichtendienst (BND). Bahkan ARD sudah melaporkan pada BND jika China berusaha untuk merekrutnya tetapi tidak menjelaskan lebih detil mengenai hubungan dengan Beijing.

Bahkan Yayasan Hanns Seidel yang menjadi tempat Dr. Klaus L bekerja sudah bekerja sama dengan pemerintah sejak Juni 2020. Pihak yayasan mengatakan bahwa, “Kemungkinan segala tindak kejahatan melalui aktivitas intelijen sudah sangat jelas tidak dapat kami terima.”

Risiko spionase sangat bervariasi. Seorang pejabat dapat dituduh melanggar hukum negara yang dimata-matai dan dapat dideportasi atau bahkan dipenjarakan. Seorang agen yang memata-matai negaranya sendiri dapat dipenjarakan karena spionase atau bahkan dihukum atas dasar pengkhianatan.

Dilaporkan dari Politico, terduga pelaku bahkan tidak mengelak apabila dirinya telah melakukan spionase untuk China, tetapi mengatakan bahwa ia sebelumnya telah memberitahu BND terkait kontaknya kepada China.