Indonesia Miliki Peluang Besar Jadi Produksi Vaksin di Asia

Indonesia Miliki Peluang Besar Jadi Produksi Vaksin di Asia

Indonesia Miliki Peluang Besar Jadi Produksi Vaksin di Asia – Indonesia berpeluang menjadi pusat vaksin COVID-19 untuk hub pelatihan dan transfer pengetahuan vaksinasi Corona di kawasan Asia Pasifik kendati harus bersaing dengan India serta Korea Selatan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Penny D Herasati.

“Saat ini posisi kita bersaing dengan India dan Korea Selatan untuk hub,” ungkap Penny D Herasati dalam media gathering bertajuk “Rencana Kegiatan dan Prioritas Diplomasi Multilateral Indonesia Tahun 2022 dan Capaian Diplomasi Multilateral Indonesia” secara virtual di Jakarta, Selasa (12/10/2021).
“Kalau ditanya kemungkinan, kemungkinannya cukup besar, karena kita punya Bio Farma yang sejak sebelum pandemik sudah punya reputasi global, khususnya untuk vaksin polio,” kata Diah dalam sesi wawancara khusus dengan idn poker, Kamis (9/12/2021).
1. WHO ingatkan pentingnya kolaborasi di tengah pandemik
Member States voice historic support for a better and more sustainably  funded WHO at 74th World Health Assembly

Kendati memiliki kesempatan besar, Diah mengingatkan yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi. Sehingga, manfaat bisa dirasakan oleh seluruh negara kawasan, terlepas dari negara mana pun yang nantinya terpilih sebagai pusat produks vaksin.

“Jangan melihat negara lain di kawasan sebagai saingan, tapi bagaimana kita berkolaborasi dengan negara kawasan Asia Pasifik atau Asia Tenggara, untuk bisa sama-sama menguntungkan kawasan,” ujar Diah.

“Jadi siapa pun itu (yang terpilih), apakah Indonesia misalnya, Bio Farma yang main, tapi kita bisa undang keterlibatan dari negara-negara lain. Ini adalah contoh penerapan multilateralisme yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi pandemik ini,” sambungnya.

2. WHO berharap penghapusan hak cipta vaksin bisa segera terealisasi

Juni 2021 – DNK TV UIN JAKARTA

Untuk mendorong pemerataan vaksin COVID-19 pada 2022, WHO berharap produsen vaksin bersedia memberikan izin agar vaksinnya bisa diproduksi di negara atau kontinen lain. Sayangnya, upaya itu terkendala hak cipta vaksin yang kini menjadi pembahasan di World Trade Organization (WTO).

“Salah satu yang duluan meminta hal tersebut dan bersedia adalah Afrika Selatan. Jadi (vaksin) diproduksi di sana dan digunakan untuk di kawasan itu,” terang Diah.

Dia menambahkan, “penghapusan hak cipta saya rasa semua pihak mendukung, WTO juga, produsen vaksin juga. Semoga bisa segera terjadi.”

3. Pemerintah sedang jajaki kerja sama dengan produsen vaksin
Vaksinasi Gotong Royong, Bio Farma Jajaki Kerja Sama Sinopharm dan Moderna  - Nasional Tempo.co

Pada kesempatan lain, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan Indonesia bersaing dengan Thailand dan Korea Selatan untuk membangun hub vaksin di kawasan. Sejalan dengan itu, Febrian menyampaikan, Kementerian Kesehatan sedang mengadakan pertemuan dengan produsen vaksin berbasis mRNA.

Sehingga, jika WHO memilih Indonesia sebagai pusat produksi vaksin di kawasan, maka proses pendiriannya tidak akan terhambat.

“Misal diputuskan di Asia Tenggara hub-nya adalah Indoensia, jadi kita sudah punya partner,” kata Febrian.