Indonesia Desak Dunia Menghentikan Perlombaan Senjata Nuklir

Indonesia Desak Dunia Menghentikan Perlombaan Senjata Nuklir

Indonesia Desak Dunia Menghentikan Perlombaan Senjata Nuklir – Perlombaan senjata atau Perlombaan Senjata Nuklir adalah persaingan dalam memperoleh kekuatan supremasi dalam perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet beserta sekutu masing masing selama Perang Dingin.

Selama periode ini, Amerika serikat dan Uni Sovyet dan negara-negara sekutunya mengembangkan hulu ledak nuklir, sekalipun perang secara terbuka tidak benar-benar terjadi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia meminta Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).

Agar terus ditegakkan di tengah harapan dunia untuk terbebas dari ancaman senjata nuklir. Hal itu disampaikan Retno dalam pertemuan High-level Plenary Meeting on the International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons.

1. Dunia tidak akan aman sampai seluruh senjata nuklir dimusnahkan

Selain Virus Corona, Ini 5 Krisis Besar Dunia: Perlombaan Senjata Nuklir  hingga Perubahan Iklim - Tribun Manado

Menurut Retno, masih terdapat 13 ribu senjata nuklir yang mengancam perdamaian dan keamanan dunia. Ada kemungkinan senjata itu jatuh ke tangan aktor nonnegara (non-state actors).

“Itu harus menjadi landasan atau alasan kuat bagi semua negara untuk mempercepat perlucutan senjata nuklir. Dunia tidak akan pernah merasa aman sampai seluruh senjata tersebut dimusnahkan,” kata Retno.

“Pemusnahan senjata nuklir adalah satu-satunya cara untuk melindungi penghuni dan masa depan bumi ini. Dan saya tegaskan kalau dunia tidak akan mendapatkan manfaat dari keberadaan senjata nuklir,” tutur Retno.

2. Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir
Indonesia Desak Dunia Fokus pada Isu Pelucutan Senjata Nuklir

Dia mengatakan sebagai koordinator Gerakan Non Blok dan pendukung utama penghapusan total senjata nuklir, Indonesia juga menyoroti pentingnya penguatan arsitektur perlucutan senjata nuklir.

Retno juga menegaskan pemberlakuan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir tahun ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting, yang memberikan kerangka hukum untuk mendelegitimasi senjata nuklir.

3. Jangan hilang fokus karena COVID-19
Indonesia Desak Dunia Fokus pada Isu Pelucutan Senjata Nuklir

Upaya untuk mendorong isu perlucutan senjata nuklir telah lama dilakukan bahkan sebelum pandemi COVID-19. Oleh karena itu, menurutnya, dunia harus melanjutkan isu ini hingga sukses.

“Indonesia berpandangan bahwa COVID-19 tidak boleh membiarkan masyarakat internasional kehilangan fokus pada isu yang amat penting ini,” kata Retno.

Senjata nuklir pertama diciptakan oleh Amerika Serikat selama Perang Dunia II dan dikembangkan untuk dipakai selama perang melawan negara poros. Uni Soviet menyadari potensi senjata nuklir dan sehingga mendorong ilmuan uni sovyet melakukan penelitian senjata nuklir.

Uni Sovyet di wakili oleh Stalin baru diberi beritahu oleh Presiden AS Harry S. Truman tentang Proyek Manhattan secara resmi pada Konferensi Potsdam pada 24 Juli 1945, delapan hari setelah uji coba senjata nuklir pertama yang berhasil.

Pada Agustus 1945, atas perintah Harry S. Truman, dua bom atom dijatuhkan di kota-kota Jepang. Bom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima, dan bom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki oleh pesawat pembom B-29 bernama Enola Gay dan Bockscar. Berakhirnya Perang Dunia Kedua pada tahun 1945, mendorong didirikanya Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB.