Gejolak Sengketa Kepulauan Senkaku Antara Jepang dan China

Gejolak Sengketa Kepulauan Senkaku Antara Jepang dan China

Gejolak Sengketa Kepulauan Senkaku Antara Jepang dan China – Kepulauan Senkaku adalah sekelompok pulau tak berpenghuni yang dipersengketakan yang saat ini bawah administrasi Jepang, tetapi juga diklaim oleh Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok sebagai bagian dari Kecamatan Toucheng, Kabupaten Yilan, Taiwan.

Kepulauan ini terletak sekitar 120 mil laut sebelah timur laut Taiwan, 200 mil laut di sebelah barat daya Okinawa dan 200 mil laut sebelah timur dari pantai terdekat Tiongkok Daratan. Gejolak geopolitik di Asia Pasifik disumbang salah satunya oleh sengketa Kepulauan Senkaku alias Diaoyu antara Jepang dan Republik Rakyat China. Kedua negara berada di ujung kursi konfrontasi, tidak ada yang mau mundur dari persengketaan tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi dalam sebuah wawancara,  menegaskan bahwa Kepulauan Senkaku adalah milik Jepang. Klaim kepemilikan ini menandakan pemerintah Jepang tidak segan mengirim militernya apabila diperlukan demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

1. Klaim dilayangkan China sejak 1971
Fakta-Fakta Sengketa Jepang dan China Perebutkan Kepulauan Senkaku

Perseteruan antara Jepang dan China atas Kepulauan Senkaku sebenarnya telah dimulai sejak beberapa dekade yang lalu. Awalnya Kekaisaran Jepang mengklaim dan mencaplok Kepulauan Senkaku pada 1895. Mereka menyatana beberapa generasi warga Jepang selama kurang lebih 120 tahun, telah memiliki pulau-pulau tersebut.

Meskipun begitu, konfrontasi mulai meningkat sejak 1971 ketika pemerintah China secara resmi mengklaim kepulauan tersebut dengan namanya sendiri, Kepulauan Diaoyu, seperti dilansirThe Diplomat. Semenjak klaim itu dilayangkan, China diketahui mengizinkan kapal-kapal nelayannya untuk berlayar masuk ke Senkaku.

Permasalahan sempat mencapai titik serius setelah kapal penjaga pantai China bergerak mendekati Kepulauan Senkaku. Menanggapi masalah tersebut, pemerintah Jepang terus mengerahkan kapal penjaga pantainya guna mengantisipasi infiltrasi kapal China, baik sipil maupun militer.

2. Hanya sebuah pulau tanpa penghuni, namun dikelilingi ladang minyak bawah laut
Fakta-Fakta Sengketa Jepang dan China Perebutkan Kepulauan Senkaku

Keberadaan Kepulauan Senkaku alias Diaoyu yang hanya merupakan sebuah bongkahan batuan yang menyatu menjadi pulau ini, awalnya tidak terlalu dipermasalahkan. Tetapi semua berubah ketika ilmuwan menemukan cadangan minyak yang besar di sekitar pulau-pulau tersebut.

Melansir Council on Foreign Relations, Kepulauan Senkaku yang terdiri dari delapan pulau itu ternyata memiliki cadangan minyak bumi sebesar 200 juta barel. Informasi tersebut diketahui setelah dilaksanakannya sebuah penelitian pada akhir 1960-an.

Tidak hanya itu, luas permukaan laut yang dimiliki Senkaku sendiri memiliki luas 81 ribu meter persegi. Dengan luas wilayah yang begitu besar yang membelah kepentingan Jepang dan China itu, tampaknya akan sulit bagi keduanya untuk mundur dari sengketa ini.

3. Dukungan negara Barat terus mengalir ke Jepang

Konfrontasi antara Jepang dan China dalam merebutkan kedaulatan penuh di Kepualuan Senkaku/Diaoyu menarik perhatian banyak negara, khususnya Barat. Teman-teman dekat Jepang, seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris, tidak segan mendukung kedaulatan Jepang atas kawasan Senkaku.

Dilaporkan Reuters, Amerika Serikat pada Januari 2021, kembali memastikan komitmennya melindungi seluruh wilayah Jepang dari segala ancaman keamanan, terutama Kepulauan Senkaku. Hal itu ditunjukkan dengan perbincangan khusus antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi.

Selain itu, AS dan Inggris juga sering menggelar latihan laut gabungan bersama Jepang bahkan di daerah sengketa. Semua dilaksanakan agar Jepang lebih siap dalam mengantisipasi ancaman agresi dari China di Kawasan Indo-Pasifik.

Status kepulauan tersebut telah muncul sebagai isu utama dalam hubungan luar negeri antara Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang serta antara Jepang dan Republik Tiongkok. Pemerintah Jepang menganggap pulau tersebut sebagai bagian dari Prefektur Okinawa.

Sementara itu meskipun kompleksitas hubungan RRT-Taiwan telah memengaruhi upaya untuk menunjukkan kedaulatan Tiongkok atas kepulauan tersebut, kedua pemerintah sepakat bahwa pulau-pulau tersebut adalah bagian dari Taiwan.