FBI Ajak Perusahaan Swasta Perangi Ancaman Peretas China

FBI Ajak Perusahaan Swasta Perangi Ancaman Peretas China

FBI Ajak Perusahaan Swasta Perangi Ancaman Peretas China – Seorang Peretas (hacker) adalah ahli komputer yang terampil yang menggunakan pengetahuan teknis mereka untuk mengatasi masalah. Sementara “peretas” dapat merujuk ke setiap programmer komputer yang terampil, istilah ini telah menjadi terkait dalam budaya populer dengan “peretas keamanan”, seseorang yang, dengan pengetahuan teknisnya, menggunakan bug atau exploit untuk membobol sistem komputer.

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Chris Wray, mendesak perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk menghentikan peretasan asing. Pernyataan itu disampaikan Wray sebagai peringatan ancaman infiltrasi China ke jaringan informasi Amerika Serikat (AS).

Dilansir Bloomberg, Wray menyebut peretas yang didukung oleh pemerintah China merupakan bagian terbesar dari serangan dunia maya terhadap perusahaan-perusahaan AS. Wray juga menyotori metode peretasan yang semakin canggih.

1. Ada perusahaan yang minta FBI tempatkan agen di kantornya
Tidak Semua Hacker Penjahat, Mengenal Whitehat Hacker

Berdasarkan pemaparan Wray, peretas sering bekerja dengan orang dalam perusahaan untuk menargetkan informasi kepemilikan. Ada pun perusahaan asing terkadang mencoba menggunakan transaksi, seperti kemitraan usaha patungan, untuk mendapat akses.

Beberapa perusahaan telah meminta agen FBI untuk berbaur dengan lingkungan kantor.

“Kami tidak akan menyerang Anda. Bahkan ada perusahaan yang meminta kami untuk muncul dan berbaur, dan itu baik-baik saja,” kata Wray.

2. China sebut tuduhan AS bermuatan politis
Waduh, Twitter Kemenag Diretas hingga Kini Belum Bisa Diakses - Bagian 1

China dituding terlibat dalam sejumlah kasus peretasan profil di masa lalu, termasuk pada kasus Microsoft Maret lalu.

Beijing telah berulang kali menolak klaim semacam itu, dengan mengatakan bahwa melacak sumber serangan dunia maya adalah masalah teknis yang rumit dan harus didasarkan pada bukti.

Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu mereka secara resmi mengaitkan peretasan Microsoft Exchange dengan aktor yang berafiliasi dengan pemerintah China. Mereka juga menuduh Beijing telah melakukan serangkaian aktivitas dunia maya yang berbahaya.

“AS bersekongkol dengan sekutunya dan meluncurkan tuduhan yang tidak beralasan terhadap China tentang keamanan siber. Itu murni penindasan karena motif politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat itu.

3. Kolaborasi dengan swasta satu-satunya cara melawan peretas
Twitter diretas, hacker diduga akses sistem internal - ANTARA News

Menurut Wray, satu-satunya cara menghadapi peretas adalah kerja sama antara perusahaan swasta dengan FBI. “Kami menghadapi beberapa ancaman menakutkan yang ditimbulkan oleh negara-bangsa, penjahat dunia maya, dan kombinasi beracun dari keduanya. Dan kami hanya bisa menang dengan bantuan mitra kami di seluruh sektor swasta,” terang Wray.

Penggunaan media mainstream terhadap istilah ini dapat ditelusuri kembali ke awal 1980-an. Ketika istilah ini diperkenalkan kepada masyarakat luas oleh media arus utama pada tahun 1983, bahkan mereka yang ada di komunitas komputer menyebut intrusi komputer sebagai “peretasan”, meskipun bukan sebagai definisi eksklusif dari kata tersebut.

Sebagai reaksi terhadap meningkatnya penggunaan media dari istilah ini secara eksklusif dengan konotasi kriminal, komunitas komputer mulai membedakan terminologi mereka.

Istilah alternatif seperti “cracker” diciptakan dalam upaya untuk mempertahankan perbedaan antara “hacker” dalam komunitas programmer yang sah dan mereka yang melakukan pembobolan komputer. Istilah lebih lanjut seperti “black hat”, “white hat” dan “gray hat” dikembangkan ketika undang-undang yang melarang membobol ke komputer mulai berlaku, untuk membedakan kegiatan kriminal dari kegiatan-kegiatan yang legal.