China & Rusia Dianggap Gagal Memimpin Dalam Perubahan Iklim

China & Rusia Dianggap Gagal Memimpin Dalam Perubahan Iklim

China & Rusia Dianggap Gagal Memimpin Dalam Perubahan Iklim – Perubahan iklim adalah perubahan pola dan intensitas unsur iklim dalam periode waktu yang sangat lama. Bentuk perubahan berkaitan dengan perubahan kebiasaan cuaca atau perubahan persebaran kejadian cuaca.

Penyebab utama terjadinya perubahan iklim yaitu pemanasan global. Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menuduh China dan Rusia gagal menunjukkan kepemimpinan dalam perubahan iklim.

Pernyataan yang disampaikan itu merupakan kritik terhadap Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang tidak menghadiri COP 26 di Glasgow.

1. Kritik Biden terhadap Xi dan Putin
AS: China dan Rusia Gagal Berperan Memimpin Dunia di Perubahan Iklim

China merupakan negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia. Oleh sebab itu, kehadiran Xi sangat signifikan pada konferensi iklim yang dihelat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu. Sayangnya, Xi tidak hadir dan belum pernah meninggalkan China sejak awal pandemik COVID-19 pada awal 2020.

“Ini adalah kesalahan besar, terus terang, karena China tidak muncul. Seluruh dunia melihat China dan berkata ‘nilai apa yang mereka berikan?’,” ungkap Biden.

Kritikan yang lebih pedas juga dilontarkan kepada Putin, yang Juni lalu sempat menemui Biden di Jenewa. Rusia merupakan penghasil emisi terbesar keempat di dunia.

“Tundra-nya (daerah beku) terbakar, secara harfiah benar-benar terbakar. Dia memiliki masalah iklim yang serius dan serius, dan dia tidak mau melakukan apa pun,” kata Biden.

2. Biden tegaskan Amerika kembali ke panggung global
AS: China dan Rusia Gagal Berperan Memimpin Dunia di Perubahan Iklim

Pada saat yang sama, Biden menegaskan kembali bahwa AS telah kembali. Pernyataan itu merujuk pada kebijakan Donald Trump yang skeptis terhadap krisis iklim. Biden bahkan meminta maaf karena Washington sempat mengabaikan perubahan iklim untuk beberapa tahun.

Presiden ke-46 AS itu juga berjanji akan menghilangkan emisi karbon pada 2050 dan menegaskan bahwa Negeri Paman Sam siap kembali ‘memimpin’ dunia, ungkapan yang menyindir Trump dengan jargon America first-nya.

“Dua pemimpin dunia mendatangi saya hari ini dan berkata, ‘Terima kasih atas kepemimpinan Anda. Anda membuat perbedaan besar di sini’,” ungkap Biden.

Para pejabat AS sebelumnya memperkirakan, Xi akan bertemu Biden untuk pertama kalinya sebagai presiden pada KTT G20 Italia pekan lalu. Namun, pertemuan itu tak terealisasi karena Xi tidak menghadiri KTT secara langsung.

3. Biden dan Xi akan bertemu secara virtual akhir tahun
AS: China dan Rusia Gagal Berperan Memimpin Dunia di Perubahan Iklim

Rencananya, Biden dan Xi akan mengadakan pertemuan virtual pada akhir tahun. Biden berharap pertemuan itu bisa membawa lebih banyak prediktabilitas di tengah berbagai perselisihan, termasuk urusan hak asasi manusia dan konfrontasi China dengan Taiwan.

“Saya akan perjelas. Ini kompetisi, tidak harus konflik. Saya juga telah menunjukkan kepadanya, dan saya tidak segan untuk mengatakannya di depan umum, bahwa kami mengharapkan dia bermain sesuai aturan,” ungkap Biden, dikutip dari CNA.

Biden baru-baru ini pernyataan yang membuat Beijing geram, yakni AS akan membela Taiwan secara militer jika China menyerang negara tersebut.

Tidak ada kesepakatan umum dalam dokumen ilmiah, media, atau kebijakan mengenai istilah yang tepat untuk digunakan merujuk pada antropogenik perubahan yang dipaksakan; baik “pemanasan global” atau “perubahan iklim” dapat digunakan.

Perubahan iklim akan berdampak kepada peningkatan tinggi permukaan air laut, meningkatnya jumlah bencana alam, pergeseran rentang geografis, dan kerusakan ekosistem. Dampak perubahan iklim akan dirasakan oleh manusia, hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme. Perumbahan iklim akan memberi dampak di lautan, daratan maupun di lapisan udara.