China Janji Promosikan & Meningkatkan Energi Hijau Terbaru

China Janji Promosikan & Meningkatkan Energi Hijau Terbaru

China Janji Promosikan & Meningkatkan Energi Hijau Terbaru – Presiden China Xi Jinping telah mengumumkan bahwa China akan menghentikan pendanaan proyek batu bara di luar negeri, yang pada dasarnya akan mengakhiri aliran bantuan untuk energi kotor yang berkontribusi terhadap krisis iklim.

Xi menyampaikan pernyataannya di sidang Majelis Umum PBB di mana Presiden AS Joe Biden, yang berusaha menunjukkan kepemimpinan dalam persaingan yang berkembang dengan China, berjanji untuk menggandakan kontribusi Washington kepada negara-negara yang paling terpukul oleh perubahan iklim.

Sejauh ini China merupakan penyumbang dana terbesar untuk proyek batu bara di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam dan Bangladesh saat melakukan pembangunan infrastruktur global di bawah skema Belt and Road Initiative.

1. Keputusan Xi diapresiasi
Xi Jinping: China Bakal Setop Pendanaan Proyek Batu Bara

Pernyataan Xi mengikuti kebijakan yang sudah diawali Korea Selatan dan Jepang pada awal tahun.

China menyampaikan komitmennya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengumumkan rencana untuk menggandakan bantuan keuangan kepada negara-negara miskin. Pada 2024, Washington akan memberikan 11,4 miliar dolar AS (sekitar Rp162 triliun) untuk membantu negara-negara miskin beralih ke energi yang lebih bersih.

Kendati pidato Xi tidak terlalu detail, inisiatif tersebut dapat memberikan beberapa momentum menuju COP26, pembicaraan iklim global yang akan dimulai di kota Glasgow, Skotlandia pada akhir Oktober.

“Ini adalah momen yang sangat penting,” kata Xinyue Ma, pakar keuangan pengembangan energi di Pusat Kebijakan Pengembangan Global Universitas Boston.

2. Tanggapan dari sejumlah tokoh
China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara Lain

Utusan iklim AS John Kerry dengan cepat menyambut pengumuman Xi dan menyebutnya sebagai kontribusi besar untuk kesuksesan pertemuan di Glasgow nanti.

“Kami telah berbicara dengan China selama beberapa waktu tentang hal ini. Dan saya sangat senang mendengar bahwa Presiden Xi telah membuat keputusan penting ini,” kata Kerry dalam sebuah pernyataan.

Alok Sharma, menteri Inggris yang memimpin COP26, juga memuji pengumuman Xi.

“Saya menyambut baik komitmen Presiden Xi untuk berhenti membangun proyek batu bara baru di luar negeri, itulah topik utama diskusi saya selama berkunjung ke China,” katanya di Twitter.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut baik keputusan Xi terkait batu bara dan komitmen Biden untuk membantu negara berkembang.

“Mempercepat penghentian penggunaan batu bara secara global adalah satu-satunya langkah terpenting untuk menjaga agar tujuan 1,5 derajat Perjanjian Paris tetap tercapai,” ulasnya dalam pernyataan.

3. Sekilas tentang pendanaan batu bara China
China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara Lain

Sepanjang 2013-2019, data menunjukkan bahwa China mendanai 13 persen dari kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara yang dibangun di luar negeri.

Tahun lalu, China membawa 38,4 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara, lebih besar tiga kali lipat dari apa yang dibawa secara global.

Kelompok-kelompok non-pemerintah juga menyebut, Bank of China yang dikelola negara adalah penyandang dana tunggal terbesar untuk proyek-proyek batu bara, menyediakan 35 miliar dolar AS (sekitar Rp498 triliun) sejak perjanjian iklim Paris.

Pada saat yang sama, Xi juga mengulangi janjinya tahun lalu, bahwa China akan menjadi negara yang bebas karbon dioksida sebelum 2030 dan netralitas dari karbon sebelum 2060.

Utusan iklim AS John Kerry menanggapi janji China untuk tidak membangun pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, dengan mengatakan dia “sangat senang” dengan langkah tersebut.

Pengumuman China mengikuti langkah serupa yang lebih dulu diambil oleh Korea Selatan dan Jepang, dua negara lain yang menawarkan dana signifikan untuk proyek batu bara. Helen Mountford, wakil presiden untuk iklim dan ekonomi di World Resources Institute, mengatakan ini adalah “titik balik bersejarah menjauh dari bahan bakar fosil paling kotor di dunia.”

China memfasilitasi 38,4 gigawatt listrik tenaga batu bara baru tahun lalu — lebih dari tiga kali lipat dari apa yang dihasilkan secara global. Dalam sebuah surat pada awal tahun ini, kelompok-kelompok non-pemerintah mengatakan Bank of China yang dikelola negara adalah penyumbang dana tunggal terbesar untuk proyek-proyek batu bara, memompa $35 miliar dolar (Rp500 triliun) sejak perjanjian iklim Paris ditandatangani pada 2015.