China desak Bank Dunia & IMF untuk Dukung Biaya Afghanistan

China desak Bank Dunia & IMF untuk Dukung Biaya Afghanistan

China desak Bank Dunia & IMF untuk Dukung Biaya Afghanistan – Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk melanjutkan dukungan pembiayaan ke Afghanistan. Sejak Taliban kembali berkuasa, Afghanistan mengalami kekurangan anggaran untuk rekonstruksi dan pembangunan.

Wang memperbarui seruan kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya untuk mencabut sanksi sepihak terhadap Afghanistan. Wang juga menyerukan agar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyediakan lebih banyak vaksin dan pasokan medis untuk membantu Afghanistan memerangi Covid-19.

Pemerintahan Taliban mulai kehabisan uang. Banyak pegawai negeri yang belum dibayar dan harga pangan melonjak. Kondisi dalam negeri diperburuk dengan kekeringan panjang dan pandemik COVID-19.

1. China serukan lembaga donor dan negara Barat cabut sanksi untuk Taliban
China Desak Bank Dunia dan IMF Segera Bantu Taliban Bangun AfghanistanSeorang anak yang mengungsi dari provinsi bagian selatan, yang meninggalkan rumah akibat peperangan antara Taliban dengan aparat keamanan Afghanistan, tidur di taman umum yang digunakan sebagai penampungan di Kabul, Afghanistan, Selasa (10/8/2021).

Pada Selasa (26/10/2021), IMF memprediksi bahwa ekonomi Afghanistan akan berkontraksi hingga 30 persen tahun ini, angka yang diperkirakan dapat memicu krisis pengungsi.

“Afghanistan membutuhkan kebangkitan di semua lini, dan pembangunan adalah prioritas utama,” kata Wang, berbicara melalui tautan video ke menteri luar negeri dari tetangga Afghanistan, pada Rabu (27/10/2021).

Selain kepada lembaga finansial internasional, Beijing juga menyerukan supaya Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya mencabut sanksi sepihak kepada Afghanistan. Dengan demikian, bantuan yang mereka distribusikan bisa membantu World Health Organization (WHO) untuk mengirim lebih banyak vaksin dan pasokan medis demi memerangi COVID-19.

2. China sebut Taliban ingin berdialog dengan banyak negara
China Desak Bank Dunia dan IMF Segera Bantu Taliban Bangun AfghanistanAnggota Taliban mengarahkan senjatanya ke arah pengunjuk rasa, saat warga berdemo dan menyerukan slogan selama protes anti-Pakistan, dekat kedutaan Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (7/9/2021).

Sebelumnya, Wang Yi juga mengatakan bahwa Taliban sangat ingin berkomunikasi dunia internasional. Namun, banyak negara yang membatasi dialog dengan Taliban karena belum mengakui pemerintahan yang kini dipimpin Perdana Menteri Mohammad Hasan Akhund.

China melaporkan telah mengirim bantuan kemanusiaan darurat senilai 30 juta dolar AS (sekitar Rp425 miliar) ke Afghanistan. Dalam berbagai kesempatan, China menyerukan supaya komunitas internasional untuk melibatkan diri jika ingin Taliban membentuk pemerintahan yang inklusif, bukan justu dengan mengisolasinya.

“Kesan saya secara keseluruhan adalah bahwa Taliban sangat ingin berdialog dan bekerja sama dengan pihak luar, dan mereka serius tentang ini,” kata Wang.

3. PBB sebut 22,8 juta warga Afghanistan terancam mati kelaparan
China Desak Bank Dunia dan IMF Segera Bantu Taliban Bangun Afghanistan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan jutaan warga Afghanistan, termasuk anak-anak, bisa mati kelaparan jika bantuan kemanusiaan tidak segera didistribusikan.

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP) David Beasley menyampaikan, 22,8 juta dari 39 juta penduduk Afghanistan menghadapi kerawanan pangan akut. Jumlahnya meningkat dari 14 juta sejak dua bulan lalu.

“Anak-anak akan meninggal. Orang-orang bisa kelaparan. Keadaan akan menjadi jauh lebih buruk,” katanya di Dubai, dikutip dari┬áThe Straits Times.

Demi membantu krisis di Afghanistan, WFP setidaknya membutuhkan dana hingga 220 juta dolar AS (sekitar Rp3,1 triliun) per bulan guna memberi makan 23 juta orang yang rentan kelaparan saat musim dingin mendekat.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda akan kehilangan jutaan orang, terutama anak-anak, karena keruntuhan ekonomi dan (program yang) kita jalani kekurangan dana. Apa yang kami prediksi terjadi lebih cepat dari perkiraan. Kabul jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun dan ekonomi juga begitu,” lanjutnya.