Beberapa Kuliner Indonesia yang Berasal dari Budaya Eropa

Beberapa Kuliner Indonesia yang Berasal dari Budaya Eropa

Beberapa Kuliner Indonesia yang Berasal dari Budaya Eropa – Masakan Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan penuh dengan cita rasa yang kuat. Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni.

Hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan, dan tradisi-adat. Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negara bekas jajahan bangsa Eropa yakni Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis, hingga yang terlama yakni Belanda pernah menguasai Nusantara.

Selama menjajah, bangsa Eropa tak hanya meninggalkan bangunan dengan arsitektur khas yang sekarang jadi saksi sejarah, namun delapan kuliner yang kini melokal ini juga dipengaruhi oleh budaya Eropa lho.

1. Selat solo 
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Selat terinspirasi dari steik yang umumnya berisikan daging dan aneka ragam sayuran. Bila steik diguyur dengan saus kental, selat solo dilengkapi dengan kuah bercita rasa manis dan gurih.

2. Galantin 
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Galantin mendapat pengaruh masakan Prancis. Kuliner ini berbahan dasar dari daging yang dilembutkan. Galantin dapat dinikmati seperti menikmati steik yang dilengkapi dengan sayuran dan saus. Bisa juga diolah menjadi sup galantin, lho!

3. Rolade 
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Rolade juga mendapat pengaruh dari masakan Prancis. Uniknya, daging yang telah dihaluskan digulung dengan telur yang didadar tipis, kemudian dikukus hingga matang.

Selain daging, rolade dapat dibuat juga dengan daun singkong atau tahu yang dilembutkan.

4. Sup brenebon
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Sup brenebon identik dengan kacang merah serta daging sapi. Sup yang dapat pengaruh dari masakan Belanda, ini nikmat banget disantap saat masih hangat-hangatnya. Baik disantap langsung atau dijadikan lauk pendamping nasi putih, nikmatnya tak berkurang.

5. Pindang serani
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Pindang serani umumnya dibuat menggunakan ikan laut yang segar. Kuliner berkuah gurih dan asam, ini ternyata masih ada pengaruh masakan Portugis lho. Rasanya yang menarik di lidah, bikin pindang serani cocok dijadikan lauk di segala waktu.

6. Sup senerek
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Sup senerek tak beda jauh dengan sup brenebon karena sama-sama menggunakan kacang merah sebagai isinya. Keberadaan daun bayam, jadi ciri khas yang unik dari sup ini. Apakah kamu pernah mencicipinya?

7. Gado-gado
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Meski gado-gado banyak jenisnya, makanan berbahan sayuran dengan siraman bumbu kacang ini masih dipengaruhi oleh budaya Portugis.

Kampung Tugu yang berlokasi di Jakarta Utara jadi saksi sejarah di mana gado-gado telah mendarah daging di keturunan Portugis yang bermukim di kampung ini.

8. Semur
Kini Melokal, 8 Kuliner Indonesia Ini Dipengaruhi oleh Budaya Eropa

Semur memiliki cita rasa manis gurih. Karena itu, kuliner yang masih dapat pengaruh masakan Belanda ini nikmat banget dijadikan sebagai lauk. Gak cuma daging lho, kamu bisa membuat semur dengan bahan dasar dari telur atau jengkol.

Sebenarnya masih ada banyak kuliner di Indonesia yang mendapat pengaruh masakan Eropa. Namun delapan kuliner yang telah disebutkan tadi menjadi salah satu contohnya.  Kamu sudah mencicipi yang mana saja?