Amnesty International Akan Menutup Kantor Pusat Asia Pasifik

Amnesty International Akan Menutup Kantor Pusat Asia Pasifik

Amnesty International Akan Menutup Kantor Pusat Asia Pasifik – Amnesty International (lebih dikenal dengan sebutan Amnesty atau AI) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional dengan tujuan mempromosikan seluruh HAM yang terdapat dalam Universal Declaration of Human Rights dan standar internasional lainnya.

Kelompok advokasi hak asasi manusia (HAM), Amnesty International, akan menutup kantor pusatnya untuk Asia-Pasifik di Hong Kong akhir 2021. Penyebabnya adalah undang-undang keamanan nasional China yang diberlakukan di kota itu, sehingga Amnesty International mengalami berbagai hambatan untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Dilansir Nikkei Asia, pekerjaan penelitian, advokasi, dan kampanye akan dijalankan dari kantor lain di wilayah tersebut. Sedikitnya ada 30 staf yang terdampak. Penggalangan dana dan kampanye HAM akan berakhir pada Minggu besok.

1. Ada lebih dari 60 kelompok yang dibubarkan oleh China

Amnesty International Tutup Kantor Pusat Regionalnya di Hong Kong

Bais mengaku, kerja-kerja advokasi semakin sulit dijalankan di lingkungan yang tidak stabil seperti Hong Kong. Sejak pemberlakuan undang-undang keamanan, pihak berwenang telah meluncurkan tindakan keras terhadap kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan penguasa. Alhasil, puluhan aktivis dan politisi oposisi dipenjara, serta banyak buku di perpustakaan yang dilarang.

China juga semakin gencar menekan kelompok-kelompok yang berseberangan. Tercatat lebih dari 60 organisasi, termasuk partai politik hingga serikat pekerja, yang dibubarkan dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa kelompok dibubarkan atas dalih penghasutan kekerasan karena mengenang pembantaian Tiananmen 1989 dan beberapa lainnya karena tidak bersikap kooperatif ketika polisi melakukan penyelidikan.

2. Amnesty International di Hong Kong telah bekerja selama 40 tahun

Amnesty International Tutup Kantor Pusat Regionalnya di Hong Kong

Amnesty masih diizinkan beroperasi dalam beberapa bulan terakhir, sekalipun pejabat lokal dan Beijing mengutuk laporan kritis yang dirilis kelompok tersebut. Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Amnesty tidak akan menempatkan perwakilanya di China.

Amnesty Internasional mendirikan pusat regionalnya di Hong Kong pada 1976. Otonomi khusus dan kebebasan berekspresi di bawah undang-undang dasar serta konstitusi kota menjadikan Hong Kong sebagai tempat yang menarik bagi kelompok hak asasi manusia untuk mengawasi China.

Ada pun Amnesty terdaftar sebagai badan amal pada 1982. Sejak saat itu, mereka aktif mengkampanyekan hak-hak LGBT, pengungsi dan migran, serta menyediakan program pendidikan HAM.

3. Operasional Amnesty Asia-Pasifik akan dijalankan dari London

Amnesty International Tutup Kantor Pusat Regionalnya di Hong Kong

Pasal 54 undang-undang keamanan nasional memberikan kekuasaan kepada Beijing untuk membatasi operasi kelompok asing di Hong Kong. Untuk sementara, Amnesty yang berbasis di London berjanji akan melanjutkan pekerjaan Amnesty Asia-Pasifik.

“Meskipun meninggalkan kota yang telah kami sebut rumah selama beberapa dekade, kami sangat bangga dengan pencapaian kami selama ini, dan yakin bahwa kekuatan 10 juta lebih pendukung Amnesty di seluruh dunia akan memungkinkan kami untuk melanjutkan pekerjaan untuk mengakhiri pelanggaran HAM,” kata Agnes Callamard, sekjen Amnesty International.

Didirikan pada tahun 1961 oleh seorang pengacara Inggris bernama Peter Benenson, Amnesti Internasional mengkampanyekan untuk membebaskan tahanan hati nurani (prisoner of conscience); untuk memastikan keadilan dan mengadakan persidangan untuk tahanan politik.

Untuk menghapuskan hukuman mati, penyiksaan, dan perlakuan tahanan lainnya yang dianggapnya sebagai kekejaman; untuk menghilangkan pembunuhan politik dan pemaksaan penghilangan; dan untuk menentang segala pelecehan seluruh hak asasi manusia, baik oleh pemerintah atau oleh grup lainnya.