Wakil PM China & Menkeu AS Mengobrol Melalui Panggilan Video

Wakil PM China & Menkeu AS Mengobrol Melalui Panggilan Video

Wakil PM China & Menkeu AS Mengobrol Melalui Panggilan Video – China dan Amerika Serikat (AS) mulai membenahi hubungannya yang sempat dingin saat era Donald Trump. Kali ini Wakil Perdana Menteri China Liu He mengadakan panggilan dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen untuk membahas masalah perdagangan.

Dalam panggilan video, kedua belah pihak menyoroti poin-poin yang menjadi perhatian dalam hubungan mereka. China menyatakan keprihatinan tentang tarif dan sanksi AS, serta perlakuan terhadap perusahaan-perusahaan China. Wakil Perdana Menteri China Liu He berbicara melalui panggilan video dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.

Menurut pernyataan dari kementerian perdagangan China, mereka membicarakan tentang situasi makro ekonomi dan hubungan bilateral AS-China. Pernyataan tersebut tidak merinci masalah yang dimaksud, tetapi menyebut bahwa Yellen menantikan diskusi di masa depan dengan Liu.

1. Liu pernah bertemu dengan Yellen
Wakil PM China dan Menkeu AS Ngobrol, Ini yang Dibahas

Sementara itu, menurut pihak China, kedua belah pihak mengatakan penting bagi kedua negara untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi kebijakan ekonomi makro.

Liu, yang telah memimpin negosiasi China dalam pembicaraan perdagangan China-AS sejak mantan Presiden AS Donald Trump memulai perang dagang dengan negaranya, telah mengadakan pembicaraan dengan Yellen dan Perwakilan Dagang AS Katherine Tai awal tahun ini.

2. Hubungan AS-China masih tegang
Wakil PM China dan Menkeu AS Ngobrol, Ini yang Dibahas

Pembicaraan antara Liu He dan Yellen ini telah terjalin sejak Presiden Joe Biden menjadi presiden AS pada Januari lalu, dan terjadi di tengah ketegangan yang masih berlangsung antar kedua negara.

Sebagaimana diketahui, pemerintah AS telah mengkritik China atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan berusaha untuk mengajak negara-negara kaya lainnya untuk membentuk front persatuan melawan China.

3. AS-China masih terlibat perang dagang
Wakil PM China dan Menkeu AS Ngobrol, Ini yang Dibahas

Kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini juga masih memiliki perang dagang yang belum menemukan penyelesaian. Perang dagang yang lahir di era Trump tersebut telah membawa dampak negatif pada ekonomi global.

Sebelumnya pada Oktober lalu, Tai berjanji untuk mengecualikan beberapa impor China dari tarif sambil menekan China atas kegagalannya untuk menepati beberapa janji yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan “Fase 1” yang juga dibuat di bawah pemerintahan Trump.

Menurut pembacaan telepon dari Departemen Keuangan AS, Yellen juga berterus terang soal masalah yang menjadi perhatian AS. Kedua belah pihak mengakui bahwa perkembangan ekonomi keduanya berimplikasi penting bagi ekonomi global.

Hubungan antara China dan AS panas di bawah kepemimpinan mantan presiden Trump dengan “perang dagang”. AS memberlakukan tarif pada produk-produk China senilai miliaran dolar pada 2018 seraya menyebut praktik perdagangan China “tidak adil”.

Setelah Joe Biden mengambil alih kekuasaan pada Januari, ia meluncurkan tinjauan strategi dan tarif perdagangan AS yang diprakarsai oleh Trump. Tetapi pemerintahannya juga mengatakan bahwa subsidi negara besar-besaran China untuk perusahaan nasional, pencurian kekayaan intelektual dan faktor-faktor lain, menciptakan lapangan yang sangat tidak merata dalam perdagangan.