Tiongkok Janjikan Bantuan Untuk Perangi Covid-19 ke ASEAN

Tiongkok Janjikan Bantuan Untuk Perangi Covid-19 ke ASEAN

Tiongkok Janjikan Bantuan Untuk Perangi Covid-19 ke ASEAN – China sepertinya sudah benar-benar bebas dari corona (Covid-19). Jumlah pengeluaran wisata domestik yang dilakukan masyarakat China meningkat. Aturan penutupan perbatasan dan tingkat infeksi virus corona yang rendah membuat masyarakat mulai berani berwisata. Dilansir dari The Straits Times, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengatakan sekitar 230 juta perjalanan dalam negeri dilakukan selama lima hari libur “Minggu Emas” di bulan Mei ini yang berakhir di hari Rabu.

Industri pariwisata menunjukkan pemulihan yang kuat antara April dan Agustus 2020 lalu. Namun, gelombang kedua kasus Covid-19 dan seruan kuat pemerintah untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Imlek awal tahun ini menghambat pemulihan. Tetapi angka-angka terus menunjukkan  rebound sejak Festival Kubur Qingming bulan lalu. Meskipun memang, para turis pada akhirnya menghabiskan lebih sedikit dari sebelumnya.

Dalam pertemuan antara Tiongkok dengan negara-negara ASEAN yang digelar pada hari Selasa, 8 Juni 2021, waktu setempat, pihak Tiongkok telah menjanjikan bantuan lebih lanjut demi memerangi wabah COVID-19. Tantangan tersebut mereka samakan dengan Apk Poker 77 tantangan ketika wabah SARS pada tahun 2003 lalu dan tsunami Samudera Hindia pada tahun 2004 lalu. Bagaimana awal ceritanya?

1. Tiongkok telah mengirimkan sebanyak 100 juta dosis vaksin ke negara-negara ASEAN
Perangi COVID-19, Tiongkok Janjikan ASEAN Bantuan Lebih Lanjut

Dilansir dari Independent.co.uk, Tiongkok telah menjanjikan bantuan lebih lanjut kepada negara-negara Asia Tenggara dalam memerangi pandemi COVID-19 karena berusaha untuk meningkatkan pengaruh dengan kawasan di mana saingan utama geopolitik Amerika Serikat juga ingin memperkuat hubungan. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengatakan kepada rekan-rekannya dari 10 anggota ASEAN bahwa Tiongkok telah mengirimkan sebanyak 100 juta dosis vaksin ke negara-negara ASEAN bersama dengan bahan-bahan dalam memerangi pandemi lainnya serta bantuan teknis.

Wang menyamakan tantangan itu dengan krisis ekonomi sebelumnya, yang disebabkan oleh wabah SARS tahun 2003 lalu dan bencana tsunami Samudera Hindia pada tahun 2004 lalu dengan mengatakan semua dihadapkan dengan tindakan praktis yang timbul dari perasaan kepedulian persaudaraan serta perhatian tetangga yang waspada. Menurut Wang, dalam proses mengatasi tantangan bersama, pihaknya telah mengatasi tantangan bersama serta telah memperdalam persahabatan, rasa saling percaya, dan kepentingan bersama.

2. Meski Tiongkok telah membangun pengaruh dengan ASEAN, ada sedikit gesekan dengan beberapa anggota atas klaim teritorial di Laut Cina Selatan
Perangi COVID-19, Tiongkok Janjikan ASEAN Bantuan Lebih Lanjut

Wang mengatakan para pihak harus mengeksplorasi pembentukan panel ahli untuk memperkuat kerja sama di seluruh proses vaksin, mulai dari penelitian hingga penggunaan, serta bekerja untuk membangun pusat produksi dan distribusi untuk membantu membuat vaksin yang terjangkau bahkan dapat diakses di wilayah tersebut. Dia mengatakan Tiongkok akan segera mengimplementasikan Inisiatif Kerjasama Kesehatan Masyarakat Tiongkok-ASEAN, terus mendukung Cadangan Bahan Medis Darurat ASEAN serta memperkuat pembangunan kapasitas kesehatan masyarakat regional. Ia juga menambahkan Tiongkok akan bekerja dengan ASEAN untuk mengatasi wabah sesegera mungkin.

Tiongkok sendiri telah membangun pengaruh dengan ASEAN, meskipun ada gesekan dengan beberapa anggota blok atas klaim teritorial yang bersaing di Laut Cina Selatan. Pembangunan pulau-pulau Tiongkok dan operasi militernya di laut telah menimbulkan keluhan bahwa Tiongkok melakukan militerisasi jalur air. Namun, beban ekonomi dan diplomatik Tiongkok telah membantu mengesampingkan kekhawatiran semacam itu, sementara blok tersebut tidak dapat membentuk sikap bersatu dalam menghadapi tentangan dari sekutu Tiongkok di dalamnya, terutama Kamboja.

3. Di sisi lain, kehadiran Angkatan Laut AS sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di kawasan Laut Cina Selatan
Perangi COVID-19, Tiongkok Janjikan ASEAN Bantuan Lebih Lanjut

Sementara itu, Tiongkok menyebut kehadiran Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar bagi keamanan di kawasan Laut Cina Selatan, terutama desakannya untuk berlayar dekat dengan fitur-fitur yang dikuasai Tiongkok dalam apa yang disebut kebebasan operasi navigasi. Tiongkok juga sangat menentang penguatan hubungan antara Amerika Serikat dan Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim oleh Tiongkok, yang mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk mengendalikannya.

Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan atas kehadiran Tiongkok yang semakin meningkat, terutama dampaknya terhadap keamanan dan pengaruh politik Tiongkok atas demokrasi yang rapuh. Hal inilah yang membuat antara Amerika Serikat dengan Tiongkok memiliki persaingan yang memanas di dunia politik hingga saat ini.

Berbeda dengan China yang sudah bisa berwisata dalam negeri, negara-negara di sebagian besar benua Asia malah mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang parah. Salah satunya India yang mengalami kenaikan kasus harian corona terbanyak sejauh ini.