Tiongkok Didesak Oleh WHO Mengenai Data Asal Usul Covid-19

Tiongkok Didesak Oleh WHO Mengenai Data Asal Usul Covid-19

Tiongkok Didesak Oleh WHO Mengenai Data Asal Usul Covid-19 -Organisasi Kesehatan Dunia (bahasa Inggris: World Health Organization, sering disingkat WHO) adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. World Health Organization (WHO) mendesak Tiongkok untuk lebih transparan dalam mengungkap asal usul COVID-19.

WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Tedros Adhanom (menjabat mulai 1 Juli 2017). WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB. Menurut WHO, kerja para peneliti terhambat karena Beijing tidak memberikan data mentah pada hari-hari pertama virus corona ditemukan.

“Kami meminta China untuk transparan, terbuka, dan bekerja sama. Kami berutang kepada jutaan orang yang menderita dan jutaan orang yang meninggal untuk mengetahui apa yang terjadi,” Dikutip dari idn poker ios kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (15/7/2021).

1. WHO akan mulai membahas soal studi fase kedua
WHO Desak Tiongkok Transparan soal Data Asal Usul COVID-19

Kemudian, berdasarkan penuturan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan, Tedros akan memberi pengarahan kepada 194 negara anggota WHO untuk studi penelusuran virus corona tahap kedua pada Jumat (16/7/2021).

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan rekan-rekan China kami dalam proses itu dan direktur jenderal akan menguraikan langkah-langkah untuk negara-negara anggota pada pertemuan Jumat,” ujar Ryan.

2. Jerman mendesak Tiongkok untuk transparan
WHO Desak Tiongkok Transparan soal Data Asal Usul COVID-19

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, yang melakukan pembicaraan dengan Tedros pada Kamis, mendesak Tiongkok agar penyelidikan tentang sumber pandemik COVID-19 tetap berlanjut. Spahn mengatakan bahwa masih banyak informasi yang diperlukan dari Tiongkok.

Kunjungan Spahn ke markas WHO di Jenewa sekaligus mengantarkan sumbangan senilai 260 juta euro (Rp4,4 triliun) untuk program ACT-Accelerator, yang bertujuan memastikan seluruh dunia termasuk negara miskin menerima vaksin COVID-19 dan alat tes.

3. Hipotesis terkuat adalah virus corona bersumber dari kelelawar
WHO Desak Tiongkok Transparan soal Data Asal Usul COVID-19

Sebagai informasi, WHO pada Januari telah mengirim tim gabungan ke Wuhan selama empat minggu untuk mengungkap genealogi virus corona. Hal itu baru dilakukan selang satu tahun COVID-19 ditetapkan sebagai pandemik.

Hasil penelitian di Wuhan belum mampu menjawab asal-usul virus. Namun, para peneliti memiliki hipotesis kuat bahwa virus bersumber dari kelelawar dan disebarkan kepada manusia melalui hewan lain. Mereka belum mengetahui hewan apa yang menjadi perantara.

Adapun hipotesis lain adalah virus corona bersumber dari daging beku yang diimpor dari luar negeri. Mereka juga membantah soal teori kebocoran laboratorium, memastikan bahwa Intitut Virologi Wuhan memiliki keamanan yang sangat tinggi sehingga tidak mungkin ada virus yang lolos.

Para peneliti sempat merekomendasikan untuk memulai studi lanjutan di tempat yang berbeda, termasuk Eropa yang sempat menjadi episentrum virus dan peternakan di sekitar Wuhan, yang menjadi alur migrasi kelelawar.