Taiwan Menegaskan Ancaman Militer Tiongkok Terus Mengintai

Taiwan Menegaskan Ancaman Militer Tiongkok Terus Mengintai

Taiwan Menegaskan Ancaman Militer Tiongkok Terus Mengintai – China  kembali lagi mengirimkan jet tempurnya memasuki wilayah udara Taiwan. Kali ini, 20 jet tempur Beijing dilaporkan memasuki wilayah identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan selama akhir pekan Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut bahwa malam, militer China atau PLA menerbangkan 10 jet tempur Shenyang J-16 dan enam jet tempur Chengdu J-10 ke wilayah ADIZ Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan menegaskan bahwa ancaman serius militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus mengintai. Pernyataan itu disampaikan Taiwan, setelah Taipei mengeluarkan estimasi terbarunya yang memprediksi skenario terburuk dalam konfrontasinya dengan Tiongkok.

Dikutip dari Reuters, Kemhan Taiwan memastikan jika kemampuan militer Tiongkok saat ini sudah dapat memblokade pelabuhan dan bandara yang dimiliki Taiwan. Kondisi ini nantinya secara lambat akan memaksa Taiwan untuk menyerah tanpa harus menembakkan peluru.

1. Taktik tempur “abu-abu” China lebih dari cukup membuat letih pertahanan Taiwan
Taiwan Klaim Ancaman Besar Militer China Siap Menerkam

Kegiatan infiltrasi udara maupun laut yang dilakukan Angkatan Bersenjata Tiongkok atas Taiwan dicap sebagai taktik tempur “abu-abu”. Melansir Reuters, taktik tempur abu-abu berarti kegiatan operasi tempur yang ditujukan untuk memperlemah sumber daya pertahanan Taiwan oleh Tiongkok tanpa harus saling tembak menembak.

Hal itu dibuktikan dengan adanya 554 laporan pelanggaran zona pertahanan udara Taiwan oleh pesawat-pesawat militer Tiongkok dari September 2020 hingga Agustus 2021. Walaupun belum pernah terjadi insiden militer, namun menurut perhitungan para ahli maka itu sudah lebih dari cukup untuk membuat sumber daya pertahanan Taiwan dikuras habis-habisan, secara khusus cadangan minyak.

Di sisi lain, Taipei juga mengakui taktik tersebut digunakan Beijing guna mengintimidasi masyarakat Taiwan agar mendesak pemerintahan mereka untuk tunduk terhadap saudara raksasanya.

2. Militer Taiwan akan fokus dalam antisipasi invasi laut
Taiwan Klaim Ancaman Besar Militer China Siap Menerkam

Sadar kekuatan militernya tidak dapat menghadapi Tiongkok secara langsung, Taiwan akan lebih fokus memperkuat kemampuan pertahanan laut dan serangan jarak jauh.

Menurut laporan resmi Kemhan Taiwan, mereka menyadari bahwa fase transit laut yang akan dilakukan Tiongkok sebelum menginvasi Pulau Taiwan akan membuat militer Tiongkok rentan diserang, seperti yang dilansir dari The Japan Times.

Oleh sebab itulah mengapa dalam beberapa waktu ke depan militer Taiwan akan fokus mengelola alutsista dan daya tempurnya secara strategis. Pengadaan alutsista canggih seperti rudal menengah ataupun jarak jauh hingga sistem pertahanan udara akan gencar dilaksanakan guna menjamu kekuatan militer Tiongkok apabila invasi benar-benar terjadi.

3. Infiltrasi udara Taiwan masih terus dilakukan China

Meskipun Presiden Xi Jinping telah tegas menyampaikan Tiongkok akan menyatukan Taiwan secara damai, namun aksi militernya masih berbanding terbalik. Sebagai salah satu kekuatan militer terkuat di Kawasan Asia Pasifik sebenarnya militer Tiongkok jauh lebih kuat dibandingkan dengan Taiwan secara kuantitas.

Keuntungan dalam hal kuantitas inilah yang membuat Tiongkok berani terus melanggar ruang udara Taiwan menggunakan pesawat jet tempur atau pembom strategisnya. Dilaporkan Reuters, setidaknya pada Selasa (09/11) militer Taiwan melaporkan terdapat enam pesawat AU Tiongkok yang menerobos masuk zona pertahanan udaranya.

Bahkan pada Oktober 2021, selama empat hari berturut-turut Taiwan mencatat terjadi pelanggaran oleh 148 pesawat militer Tiongkok. Di mana kondisi tersebut dicap sebagai eskalasi paling serius Taiwan-Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam kedua kasus tersebut, Angkatan Udara Taiwan merespons dengan mengirimkan patroli udara tempur (CAP), menyiarkan peringatan radio, dan melacak mereka dengan rudal anti-pesawat darat.

China sendiri pada bulan Oktober lalu sempat mengirimkan ratusan pesawat ke Taiwan. Ini sendiri merupakan rangkaian aksi Presiden Xi Jinping dalam menyatakan kembali bahwa Taiwan merupakan wilayah integral dari kedaulatannya.

Hal ini pun disambut panas oleh Negeri Formosa. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memberikan peringatan besar bahwa China akan menanggung konsekuensi yang cukup berat bila terus melakukan hal seperti itu. Ia mengatakan Taiwan akan melawan.