Taiwan Laporkan 38 Pesawat Tempur China Menerobos Wilayahnya

Taiwan Laporkan 38 Pesawat Tempur China Menerobos Wilayahnya

Taiwan Laporkan 38 Pesawat Tempur China Menerobos Wilayahnya -Kementerian Pertahanan Taiwan pertama kali melaporkan pesawat tempur Taiwan mengusir 18 jet tempur J-16 dan empat jet tempur Su-30 ditambah dua pesawat pengebom H-6 berkemampuan nuklir dan sebuah pesawat anti-kapal selam. Kemudian pada Sabtu dini hari, kementerian itu mengatakan 13 pesawat China terlibat dalam misi pada Jumat malam. Rinciannya adalah 10 jet tempur J-16, 2 pesawat pembom H-6 dan satu pesawat pemberi peringatan dini.

Taiwan melaporkan 38 pesawat tempur milik China menerobos wilayah pertahanannya pada Jumat (1/10/2021). Laporan itu bertepatan dengan hari berdirinya Republik Rakyat China. Aksi tersebut dilakukan dalam dua gelombang, dan disebut Taiwan sebagai gangguan terbesar yang dilakukan Beijing. Aksi seperti itu sering dilakukan di bagian barat daya zona pertahanan udara China, dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan pesawat tempur Taiwan mengusir 18 jet tempur J-16 dan empat jet tempur Su-30, ditambah dua pesawat pengebom H-6 berkemampuan nuklir, dan sebuah pesawat anti-kapal selam. Otoritas pertahanan melaporkan 13 pesawat China terlibat dalam misi pada Jumat malam. Rinciannya adalah 10 jet tempur J-16, dua pesawat pembom H-6 dan satu pesawat pemberi peringatan dini.

1. Taipei merespons aksi provokatif China
38 Pesawat Tempur China Terobos Wilayah Udara Taiwan

Taipei kemudian mengirim pesawat tempur sebagai respons atas aksi provokatif China. Pemerintah Taiwan juga mengerahkan sistem rudal untuk memantau pesawat yang disebut sebagai penyusup.

Gelombang pertama pesawat China semuanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, dua di antaranya adalah pengebom dan terbang paling dekat dengan pulau karang itu.

Kelompok kedua terbang ke Selat Bashi, yang memisahkan Taiwan dari Filipina. Wilayah ini merupakan jalur laut utama yang menghubungkan Pasifik dengan Laut Cina Selatan yang menjadi wilayah sengketa.

2. Juni lalu ada 28 pesawat China yang memasuki wilayah udara Taiwan
38 Pesawat Tempur China Terobos Wilayah Udara Taiwan

China belum berkomentar atas keberadaan pesawat tempurnya di wilayah Taiwan. Akan tetapi, aksi China tersebut bukan pertama kalinya.

Pada Juni 2021, terdapat 28 pesawat angkatan udara China yang memasuki wilayah Taiwan. China mengatakan penerbangan semacam itu digelar untuk melindungi kedaulatan negara.

Selain itu, ditujukan untuk memantau persekongkolan antara Taiwan dengan Amerika Serikat, aliansi sekaligus negara yang mendukung kedaulatan entitas kepulauan tersebut.

3. China sebut Menlu Taiwan sebagai lalat berisik
38 Pesawat Tempur China Terobos Wilayah Udara Taiwan

Aksi terbaru China muncul kurang dari sehari setelah pemerintahnya melancarkan kecaman terhadap Kementerian Luar Negeri Taiwan. Dengan mengutip pemimpin revolusioner Mao Zedong​​​​​​, China mencela Menlu Taiwan sebagai “lalat berisik” dalam upayanya mempromosikan Taiwan secara internasional.

Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan politik untuk memaksa Taiwan menerima kedaulatan China, kebijakan yang selama ini dikenal dengan istilah one-china policy atau kebijakan satu China. Taiwan mengatakan pihaknya adalah negara merdeka dan memiliki hak untuk mempertahankan kebebasan serta demokrasinya.

Taiwan mengirim pesawat tempur untuk memperingatkan pesawat-pesawat China itu, sementara sistem rudal dikerahkan untuk memantau para penyusup itu. Gelombang pertama pesawat China semuanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, dua di antaranya adalah pengebom dan terbang paling dekat dengan pulau karang itu, menurut peta yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.

Kelompok kedua terbang ke Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina. Wilayah ini merupakan jalur laut utama yang menghubungkan Pasifik dengan Laut Cina Selatan yang disengketakan. China belum berkomentar atas tindakannya itu. Sebelumnya mereka mengatakan bahwa penerbangan semacam itu digelar untuk melindungi kedaulatan negara dan ditujukan untuk memantau persekongkolan antara Taiwan dan Amerika Serikat, pendukung internasional terpenting pulau itu.

Gangguan terbesar sebelumnya terjadi pada Juni, yang melibatkan 28 pesawat angkatan udara China. Aksi terbaru China muncul kurang dari sehari setelah pemerintahnya melancarkan kecaman terhadap menteri luar negeri Taiwan. Dengan mengutip pemimpin revolusioner Mao Zedong​​​​​​, China mencela Menlu Taiwan sebagai “lalat berisik” dalam upayanya mempromosikan Taiwan secara internasional.