Presiden Tsai Ing Wen Memperingatkan Akan Kejatuhan Taiwan

Presiden Tsai Ing Wen Memperingatkan Akan Kejatuhan Taiwan

Presiden Tsai Ing Wen Memperingatkan Akan Kejatuhan Taiwan – PRESIDEN Taiwan Tsai Ing-wen memperingatkan bahwa jatuhnya Taiwan ke Tiongkok akan memicu konsekuensi bencana bagi perdamaian di Asia. Menghadapi berbagai ancaman dari Tiongkok, negaranya pun siap melakukan upaya pertahanan diri.

Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayah kedaulatannya, menghadapi tekanan besar-besaran dari Beijing sejak Jumat lalu. Presiden Tsai Ing-wen memperingatkan bahwa kejatuhan Taiwan akan memberikan dampak besar, salah satunya adalah kekacauan di kawasan Asia Timur. Oleh sebab itu, Tsai berjanji akan melakukan apa pun untuk melindungi Taiwan.

Pernyataan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Selasa (5/10/2021) itu merupakan Tanggapan atas kampanye militer China yang kian agresif dalam seminggu terakhir. Setidaknya hampir 150 pesawat jet menerobos kawasan udara Taiwan.

1. Taiwan siap melakukan apa pun demi melindungi diri
Presiden Taiwan Sebut Bahaya Ini Mengancam jika China Kalahkan Mereka

Kampanye militer China merupakan komitmen Presiden Xi Jinping untuk ‘merebut’ kembali Taiwan, bahkan jika harus menggunakan kekerasan. Di bawah kebijakan One-China Policy, Beijing menganggap Taipei sebagai separatis.

Sebaliknya, Taiwan justru menyatakan dirinya sebagai negara yang merdeka, demokratis, dan berdaulat. Tsai sebenarnya berharap bisa hidup berdampingan secara damai dengan China.

“Tetapi, jika demokrasi dan kami hidup terancam, Taiwan akan melakukan apa pun untuk melakukan diri,” tambah Tsai.

2. Taiwan mendesak Beijing menghentikan aksi provokatifnya
Presiden Taiwan Sebut Bahaya Ini Mengancam jika China Kalahkan Mereka

Pemerintahan Tsai hari mendesak Beijing untuk menghentikan tindakan provokatifnya. Pada hari itu, sebanyak 56 jet China, termasuk pesawat pengebom berkemampuan nuklir, menyeberang ke zona pertahanan udara Taiwan.

“Di tengah gangguan hampir setiap hari oleh Tentara Pembebasan Rakyat (baca: militer China), posisi kami dalam hubungan lintas selat tetap konstan, Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan,” ujar Tsai.

Tahun lalu, rekor 380 jet militer China membuat serbuan ke zona pertahanan Taiwan. Jumlahnya hingga Oktober tahun ini sudah sudah mencapai 600 pesawat.

3. Fokus Taiwan adalah memperkuat pertahanan negaranya
Presiden Taiwan Sebut Bahaya Ini Mengancam jika China Kalahkan Mereka

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, mengatakan negaranya perlu mewaspadai aktivitas militer China yang dianggap berlebihan dan berpotensi merusak perdamaian regional.

“Taiwan harus waspada. China semakin di atas (agresif). Dunia juga telah melihat pelanggaran China yang berulang terhadap perdamaian regional serta tekanan terhadap Taiwan,” kata Su pada Senin (4/10/2021), dikutip dari The Straits Times.

Menurut Su, fokus Taiwan saat ini adalah memperkuat pertahanan dalam negeri dan menyelaraskan persepsi seluruh masyarakatnya untuk menyikapi China.

“Hanya dengan begitu negara-negara yang ingin mencaplok Taiwan tidak akan berani dengan mudah menggunakan kekuatan. Hanya ketika kita membantu diri kita sendiri, barulah orang lain dapat membantu kita,” ucapnya.

Diketahui, 148 pesawat angkatan udara Tiongkok terbang ke zona pertahanan udara Taiwan selama empat hari. Tiongkok menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas meningkatnya ketegangan dengan Taiwan.

Sementara itu, Taiwan menyebut Tiongkok sebagai pelaku utama dalam situasi yang memanas. Menulis di Foreign Affairs, Tsai menyatakan ketika negara-negara semakin menyadari ancaman dari Tiongkok, mereka harus memahami nilai bekerja dengan negara pulau tersebut.