Presiden Duterte Setuju Maju Jadi Calon Wapres Filipina 2022

Presiden Duterte Setuju Maju Jadi Calon Wapres Filipina 2022

Presiden Duterte Setuju Maju Jadi Calon Wapres Filipina 2022 – Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyatakan akan maju sebagai kandidat wakil presiden pada pemilihan umum pada 2022, menjadikan dirinya tetap berada pada lingkaran kekuasaan terkuat setelah periodenya selesai. Dilansir Bloomberg. Duterte menyetujui pencalonan dirinya setelah adanya “panggilan populer” dari partai PDP-Laban agar dia mengincar jabatan tertinggi kedua.

Partai yang berkuasa tersebut akan melakukan sidang pada bulan depan. Mereka akan mencari kesinambungan dalam agenda ekonomi dan anti-narkoba yang sudah dijalankan pemerintah. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikabarkan setuju untuk maju sebagai calon wakil presiden dari partai Partai PDP-Laban.

Wakil Presiden Eksekutif dari partai PDP-Laban Karlo Nograles mengatakan bahwa Duterte siap berkorban dan mengindahkan idn poker mobile seruan rakyat. Majunya Duterte sebagi calon wakil presiden juga dibenarkan oleh Presiden PDP Alfonso Cusi. “Dia (Duterte) menegaskan mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden pada 2022,” kata Alfonso.

1. Duterte dinilai masih ingin berkuasa lewat jalur belakang
Duterte Setuju Maju Sebagai Calon Wapres di Pemilu Filipina 2022

Untuk diketahui di Filipina, presiden dibatasi satu kali masa jabatan enam tahun dan masa jabatan Duterte akan berakhir pada Juni 2022. Sehingga, pencalonan diri Duterte sebagai wakil presiden dalam pemilu 2022 dipandang oleh para pengamat politik sebagai jalur belakang dirinya tetap bisa berkuasa.

Nograles sendiri mengatakan langkah Duterte menjadi calon wakil presiden akan menjamin kelangsungan program pemerintah selama lima tahun terakhir, termasuk untuk mengatasi peredaran obat-obatan terlarang.

Meski begitu, para kritikus Duterte meyakini bahwa dia dapat membuat permainan untuk mempertahankan kekuasaan melalui kursi nomor dua di negara itu, dengan mengambil alih sebagai presiden jika sekutunya Go menang dan kemudian mengundurkan diri.

2. Duterte ingin Bong Go jadi penggantinya
Duterte Setuju Maju Sebagai Calon Wapres di Pemilu Filipina 2022

Meski begitu, presiden berusia 76 tahun itu belum secara pribadi membuat pengumuman dirinya akan maju sebagai calon wakil presiden. Juru bicaranya, Harry Roque mengonfirmasi bahwa Duterte bertemu dengan pejabat PDP tadi malam, tetapi dia tidak bisa mengatakan apakah presiden telah membuat keputusan untuk mencalonkan diri.

Dilansir dari ANTARA, Partai PDP-Laban membuat pengumuman menjelang pertemuan majelis nasional pada 8 September. Partai tersebut juga diharapkan mendukung ajudan Duterte dan senator petahana Christopher Bong Go untuk menjadi kandidat presidennya dalam pemilihan umum Filipina pada 2022.

Duterte sendiri mengatakan dirinya tidak punya keinginan untuk berkuasa. Ia bahkan beberapa kali mengucapkan ingin Go menjadi penggantinya.

3. Kedekatan Duterte dengan Bong Go
Duterte Setuju Maju Sebagai Calon Wapres di Pemilu Filipina 2022

Dukungan Duterte untuk Go pada 2019 telah membantu Go menjadi senator, yakni sebuah jabatan yang ia emban di samping tugasnya sebagai ajudan pribadi Duterte. Go telah menjadi asisten terdekat pria berusia 76 tahun itu sejak akhir 1990-an, yakni saat Duterte menjadi anggota kongres yang mewakili Kota Davao di selatan Filipina.

“Saya masih tidak tertarik (di kursi kepresidenan). Urusan vaksin dulu, sebelum politik,” kata Go, yang memimpin komite kesehatan senat, kepada Reuters.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan tangan kanan Duterte, Senator Christopher “Bong” Go menyatakan bahwaa dirinya akan maju dalam bursaa capres jika Presiden Filipina saat ini mau mendampinginya sebagai wakil presiden.

Go menghadapi persaingan ketat melawan Senator Manny Pacquiao, Wali Kota Manila Isko Moreno dan Wakil Presiden Leni Robredo. Dia juga mengincar Sara Duterte dan mantan Senator Bongbong Marcos sebagai kandidat administrasi.

Minat Duterte terhadap kursi wakil presiden telah terlihat pada saat memberikan keterangan setelah rapat majelis partai pada Juli. Dia mengatakan dengan menjadi wakil presiden dapat memberikan perlindungan dari tuntutan hukum.