Para Pemimpin Negara Asia Berkomitmen Membantu Afghanistan

Para Pemimpin Negara Asia Berkomitmen Membantu Afghanistan

Para Pemimpin Negara Asia Berkomitmen Membantu Afghanistan – Rusia, China dan India menyampaikan keprihatinan atas memburuknya krisis kemanusiaan di Afghanistan dan meluasnya perdagangan narkoba di negara yang dikoyak perang itu. Menteri luar negeri dari ketiga negara melangsungkan pertemuan trilateral virtual untuk mengkaji berbagai hal, termasuk krisis Afghanistan.

Beberapa pemimpin negara Asia berkomitmen untuk tingkatkan kerja sama ekonomi dengan Afghanistan dan berjanji akan memberikan bantuan. Rencana itu diserukan selama pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Ekonomi (ECO). Sebagai informasi, negara-negara anggota ECO terdiri dari Turki, Iran, Pakistan, Afghanistan dan enam negara bekas Soviet.

Mereka menyerukan untuk menghilangkan hambatan perdagangan dan mengembangkan koridor transportasi baru di berbagai wilayah. ECO juga menyuarakan keprihatinan atas situasi yang terjadi di Afghanistan dimana Taliban mengambil alih kekuasaan, dan berjanji akan turut membantu untuk menstabilkan situasi politik di negara itu.

1. Presiden Pakistan khawatirkan kondisi ekonomi Afghanistan
Para Pemimpin Asia di KTT Ekonomi Janji Bantu Afghanistan

Melansir AP News, presiden Pakistan, Arif Alvi, menyampaikan kekhawatirannya dalam KTT terhadap kondisi ekonomi dan keuangan di Afghanistan. Dia mengatakan bahwa ekonomi Afghanistan berpotensi runtuh dan menyuarakan agar dunia Islam dapat bersatu dalam mencegah malapetaka yang dapat memicu kekacauan dan konflik.

Menurutnya, negara-negara di kawasan itu perlu bergerak cepat untuk membantu membangun kembali ekonomi Afghanistan, menopang sistem perawatan Kesehatan, pendidikan, serta menawarkan bantuan kemanusiaan.

Dia mencatat bahwa stabilisasi Afganistan akan kembali mendorong pengembangan beberapa proyek infrastruktur yang telah terhenti termasuk pipa gas, kereta api dan jaringan listrik yang menghubungkan negara-negara di kawasan itu.

2. Perdamaian Afghanistan menjadi kunci untuk stabilitas ECO
Para Pemimpin Asia di KTT Ekonomi Janji Bantu Afghanistan

Alvi lebih lanjut menerangkan bahwa perdamaian di Afghanistan juga akan berdampak terhadap perdamaian di negara-negara ECO.

Dilansir The Express Tribune, presiden Pakistan menekankan, pengungsi akan menjadi sebuah masalah baru jika ekonomi Afghanistan runtuh. Selama ini Pakistan telah menampung setidaknya 4 juta pengungsi imbas ketidakstabilan politik di negara itu.

“Kita harus bersatu untuk mempromosikan stabilitas dan keberlanjutan ekonomi di Afghanistan,” kata Alvi, lalu menambahkan bahwa sanksi sepihak justru lebih memperburuk penderitaan rakyat dan memiliki konsekuensi buruk bagi kawasan itu.

3. Pertemuan ECO

Kepala negara anggota ECO bertemu pada hari Minggu di Ashgabat, Turkmenistan, dalam rangka penyelenggaraan KTT ECO ke-15. ECO yang terdiri dari 10 negara itu merupakan blok ekonomi utama di kawasan Asia Tengah. Salah satu agenda KTT ECO pada Minggu adalah penyerahan kepresidenan ECO ke Turkmenistan serta pemeriksaan kemajuan strategis pada Visi ECO 2025.

Perdagangan intra-regional adalah salah satu hambatan terbesar bagi pertumbuhan negara anggota. Visi ECO 2025 bertujuan untuk meningkatkan perdagangan intra-organisasi meskipun infrastruktur daerah masih belum memadai untuk mendukung pergerakan barang dan konektivitas digital untuk perbankan dan jasa.

Ambruknya pemerintahan dukungan Barat di Kabul dan kembali berkuasanya Taliban pada 15 Agustus lalu telah menjerumuskan Afghanistan ke dalam krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketiga menteri meminta Taliban untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan hasil dari semua format interaksi internasional dan regional yang baru-baru ini dilangsungkan di Afghanistan, dan menghormati hasil resolusi PBB yang relevan.”