Lima Perusahaan Indonesia yang masuk dalam Bidang Perikanan

Lima Perusahaan Indonesia yang masuk dalam Bidang Perikanan

Lima Perusahaan Indonesia yang masuk dalam Bidang Perikanan – Perusahaan rintisan adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Startup merupakan istilah untuk perusahaan rintisan yang sedang dalam proses pengembangan.

Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Di Indonesia sendiri, ada begitu banyak startup yang bermunculan di berbagai bidang, salah satunya di bidang perikanan.

Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah. Manfaat mendirikan perusahaan rintisan adalah untuk memperluas kapasitas investasi dalam produk baru. Nah kali ini kita akan bahas 5 startup yang berkecimpung di dunia perikanan dan telah memberikan manfaat bagi banyak masyarakat. Dilansir dari download aplikasi poker apk Apa saja? Yuk simak artikelnya!

1. eFishery

Mantul, Pendapatan eFishery Meningkat Pesat di 2020

Berdiri pada tahun 2013, eFishery berfokus untuk membantu pembudidaya ikan dan udang dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satu inovasi yang dibuat oleh eFishery adalat alat pemberi pakan otomatis yang dapat dikontrol melalui smartphone. Nah selain itu ada program Kabayan (Kasih, Bayar, Nanti) di mana pembudidaya pengguna eFishery bisa membeli pakan dengan bayar nanti. Keren ya!

2. Jala Tech

Fokus untuk membantu pembudidaya udang, Jala Tech menghadirkan teknologi yang dapat membantu memantau kualitas air, memprediksi pertumbuhan udang, dan estimasi hasil budidaya. Nah para pemilik tambak udang juga bisa melihat update harga udang lho. Wah para pembudidaya udang akan sangat termudahkan ya!

3. Aruna

Aruna Indonesia

Aruna adalah startup yang fokus dalam pengembangan platform industri perikanan dan kelautan yang didirikan oleh Farid Naufal Aslam (CEO), Utari Octavianty, dan IndrakaFadhlillah. Ide lahirnya startup ini berawal dari kepedulian untuk menyelesaikan masalah nelayan di Indonesia.

Didirikan pada tahun 2016, Aruna membantu menyalurkan produk perikanan dari nelayan Indonesia ke pasar domestik dan ekspor. Nah hingga saat ini sudah lebih dari 15.000 nelayan lho yang tergabung dengan Aruna dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sukse selalu, Aruna!

4. Growpal

√#7 Cara Investasi Growpal : Review, OJK, Cara, kerugian - Nona Tani

Growpal adalah platform investasi digital yang mempertemukan pemilik modal (investor), pemilik lahan, petambak, dan pembeli hasil panen di bidang agribisnis perikanan. Simpelnya, ini platform digital model crowdfunding atau crowdsourcing alias urunan dana untuk bisnis produk perikanan, utamanya udang.

Berdiri pada tahun 2017, Growpal merupakan startup yang melakukan penyaluran pendanaan di bidang perikanan. Growpal menyediakan paltform digital yang mempertemukan pelaku usaha perikanan, pendana, dan konsumen. Kamu bahkan bisa jadi investor tambak ikan dengan dana mulai dari 100 ribu saja lho. Wah menarik nih!

5. Banoo

Startup Banoo UGM Melaju ke Kompetisi Global - Technology Indonesia

Banoo merupakan inovasi teknologi berbasis IoT dan energi terbarukan untuk memberdayakan petani ikan di Indonesia, terutama di daerah terpencil dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SGDs),” jelas ketua tim pengembang Banoo,

Banoo didirikan pada tahun 2018 oleh mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada. Nah salah satu teknologi yang dihadirkan oleh Banoo adalah mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air, sehingga pertumbuhan ikan bisa dan tentunya panen akan lebih cepat. Wah keren banget ya!

Nah itu dia 5 startup di Indonesia yang bergerak pada bidang perikanan, pada keren-keren dan bermanfaat banget, ya? Semoga sektor perikanan Indonesia terus semakin maju dengan berbagai inovasi teknologi yang ada. Sukses selalu untuk semuanya!