Kanada Menuntut Pembebasan 2 Warga Negara di Tiongkok

Kanada Menuntut Pembebasan 2 Warga Negara di Tiongkok

Kanada Menuntut Pembebasan 2 Warga Negara di Tiongkok – Mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor ditahan sejak 10 Desember 2018, hanya beberapa hari setelah Kanada menahan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, yang juga putri pendiri raksasa peralatan komunikasi global China itu.

China mengatakan Kovrig dan Spavor ditahan karena dicurigai melakukan tindakan yang membahayakan keamanan nasional China, tetapi baik China maupun Kanada tidak mengungkap secara spesifik tentang kasus mereka.

Para warga Kanada berkumpul pada hari Minggu, 5 September 2021, waktu setempat di suatu tempat dengan menuntut pembebasan terhadap 2 warga negara Kanada, Michael Kovrig dan Michael Spavor. Tindakan tersebut dilakukan terjadi pada hari ke-1.000 masa penahanan keduanya di Tiongkok.

1. Sebanyak ratusan warga menggelar pawai yang berusaha meniru 7.000 langkah yang Kovrig selama ditahan

Dilansir dari Aljazeera.com, para warga Kanada menggelar pawai pada hari Minggu waktu setempat di Ottawa, Kanada, yang berusaha meniru 7.000 langkah yang Kovrig coba jalani setiap harinya selama ditahan di sel yang sempit untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.

Istri Kovrig, Vina Nadjibulla, mengatakan ini adalah tonggak sejarah yang sangat sulit, tetapi yang ingin ditandai dengan cara ini, sebagian untuk menghormati kekuatan dan ketahanan yang telah ditunjukkan Michael dan Michael Spavor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Kanada, Marc Garneau, serta beberapa legislator dari kubu oposisi dan adajuga Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada.

Acara serupa juga diadakan di beberapa tempat lain di Kanada dan seluruh dunia di kota-kota seperti Brussel (Belgia), New York (Amerika Serikat), Seoul (Korea Selatan), dan Washington, D.C (Amerika Serikat).

Mereka yang berkumpul di Taman Ottawa mengenakan kemeja putih bertuliskan slogan #bringthemhome”.

Nadjibulla mengatakan dia tidak berharap akan ada apa pun selain vonis bersalah dalam kasus Kovrig, di mana pengadilan Tiongkok memiliki tingkat hukuman lebih dari 99 persen.

Ia juga mengatakan solusinya harus politis dan diplomatik. Dia juga mengatakan dia berbesar hati dengan persatuan di mana warga Kanada dan politisi telah mengutuk penahanan suaminya serta dia berharap masalah ini akan terus menjadi prioritas setelah Pemilu Kanada ini.

2. Menteri Luar Negeri AS mengutuk apa yang disebutnya sebagai penahanan sewenang-wenang oleh Tiongkok
Warga Kanada Tuntut Pembebasan 2 Pria Kanada di China

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk apa yang disebutnya sebagai penahanan sewenang-wenang oleh Tiongkok.

Menurut Blinken, pihaknya berdiri bahu-membahu dengan Kanada serta komunitas
internasional dalam menyerukan Tiongkok untuk segera dan tanpa syarat membebaskan Michael Spavor dan Michael Kovrig.

Ia menambahkan praktek penahanan sewenang-wenang individu untuk menggunakan
pengaruh atas pemerintah asing benar-benar tidak dapat diterima dan orang tidak boleh digunakan sebagai alat tawar-menawar.

Kedutaan Besar Tiongkok di Kanada pada hari Minggu memprotes pelabelan oleh Kanada tentang pemenjaraan kedua pria itu sebagai penahann sewenang-wenang

Mereka menjelaskan Tiongkok sudah berulang kalin menyatakan sikap seriusnya pada kasus pada kasus Spavor dan Kovrig serta informasi yang diungkapkan oleh otoritas terkait menunjukkan bukti dalam kasus mereka kuat.

Ia juga menambahkan Kanada telah mengarang apa yang disebut deklarasi menentang penahanan sewenang-wenanhg dalam upaya menggalang kelompok untuk menekan Tiongkok melalui diplomasi mikrofon serta ini berakhir kurang baik.

3. PM Kanada mengatakan pihaknya tidak akan beristirahat sampai mereka dibebaskan dan pulang dengan selamat
Warga Kanada Tuntut Pembebasan 2 Pria Kanada di China

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, selama acara kampanye di hari yang sama di Markham, Ontario, Kanada mengatakan pikiran semua warga Kanada bersama mereka dan keluarga mereka selama masa yang sangat sulit ini.

Ia menambahkan pihaknya tidak akan beristirahat sampai mereka dibebaskan dan pulang dengan selamat serta mengatakan dia telah berbicara dengan keluarga kedua pria itu.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah membalas dengan menyatakan penangkapan salah satu petinggi Huawei, Meng Wanzhou, merupakan motif politik.

Pemimpin Konservatif Kanada, Erin O’Toole, mengambil garis keras pada hubungan Kanada dengan Tiongkok, yang telah mengkritik pendekatan pemerintah terhadap masalah ini.

Dalam sebuah acara kampanye di Vancouver, Kanada, O’Toole mengatakan bahwa Kovrig dan Spavor ditahan sebagai “pion diplomatik” oleh Tiongkok serta bahwa pemerintah Konservatif akan mengambil pendekatan yang lebih serius.

Menurutnya, ia sering mengatakan Tiongkok mungkin jauh lebih besar dalam hal populasi dan ekonomi, tetapi mereka dapat belajar banyak dari pihaknya sehubungan dengan keterlibatan untuk HAM, martabat, dan supremasi hukum.

Dia mengatakan sanksi yang ditargetkan, bersama dengan sekutu, akan membantu menekan Tiongkok di berbagai bidang.

Pemimpin Partai NDP, Jagmeet Singh, mengulangi seruannya kepada pemerintah Kanada untuk melakukan segala kemungkinan, termasuk bekerja dengan sekutu internasional, untuk mengamankan pembebasan kedua pria itu.

Bulan Agustus 2021 lalu, Spavor telah divonis selama 11 tahun penjara atas tuduhan mata-mata di pengadilan Tiongkok, sedangkan Kovrig sendiri masih belum menerima putusan hakim di pengadilan Tiongkok sampai saat ini.

Pada konferensi pers harian Kamis (10/12), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan keduanya telah “ditangkap, didakwa dan diadili”. Pernyataan juru bicara itu merupakan pengakuan publik pertama bahwa kedua warga negara Kanada itu telah dibawa ke pengadilan.