Jumlah Batu Bara yang Diimpor China Melonjak Pada Oktober

Jumlah Batu Bara yang Diimpor China Melonjak Pada Oktober

Jumlah Batu Bara yang Diimpor China Melonjak Pada Oktober – Impor batu bara China sepanjang Oktober 2021 tercatat mencapai 27 juta ton, naik dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya meski turun dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini menyusul kebutuhan energi dalam negeri masih cukup tinggi akibat pemulihan ekonomi China. Akibatnya kebutuhan energi listrik membengkak seiring bergairahnya kembali industri di negeri tersebut.

Meski demikian, dilansir dari Bloomberg, Senin (8/11/2021), impor batu bara ini turun 18 persen dibandingkan pada periode impor tertinggi yakni September serta paling rendah sejak Mei 2021. Adapun importasi komoditas salah satunya berasal dari Indonesia untuk pasokan pembangkit listrik.

Pembelian bulanan batubara China mencapai 26,9 juta ton pada Oktober, naik 96,2 persen dari tahun lalu, menurut data yang diakses melalui Wind Information. Namun, angka itu turun 18,2 persen dari 32,9 juta ton pada September.

1. Krisis listrik mulai mereda
Saat Inggris Cs Krisis Listrik, Indonesia Bisa 'Foya-foya'

Pembelian itu terjadi di tengah upaya pihak berwenang China untuk mengatasi kekurangan batu bara di negara itu. Upaya ini telah dilakukan sejak akhir September, setelah banyak pabrik terpaksa memangkas produksinya di tengah krisis listrik yang terjadi.

Menurut Commonwealth Bank of Australia, pada pertengahan Oktober, jumlah provinsi China yang mengalami kekurangan listrik yang signifikan turun menjadi dua, dari 18 pada awal bulan.

Pada Minggu, State Grid China mengatakan pasokan dan permintaan listrik di wilayah operasinya telah kembali normal. Tetapi, perusahaan juga memperingatkan soal tantangan yang mungkin bisa terjadi di bulan-bulan musim dingin mendatang.

2. Data perdagangan China

Menanti data perdagangan China, bursa Asia mixed di awal perdagangan hari  ini (7/9)

Menurut CNBC, Amerika Serikat (AS) tetap menjadi mitra dagang terbesar China pada basis satu negara. Menurut data bea cukai China, impor dari AS melambat tajam menjadi sekitar 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) di Oktober, sementara ekspor ke AS mempertahankan laju pertumbuhan yang tinggi hampir 22,7 persen.

Di sisi lain, impor dari Australia, yang pernah menjadi sumber batu bara terbesar China, merosot ke pertumbuhan 24,3 persen yoy pada Oktober, turun dari laju 50,7 persen pada September, menurut data bea cukai. Ekspor tumbuh sebesar 22,3 persen, turun sedikit dari 23,8 persen di bulan September.

Impor keseluruhan China tumbuh sebesar 20,6 persen pada Oktober, meleset dari ekspektasi pertumbuhan 25 persen, menurut Reuters. Ekspor China naik 27,1 persen, mengalahkan perkiraan Reuters 24,5 persen.

3. Proyeksi ekonom

Kepala ekonom China Nomura Ting Lu mengatakan dalam sebuah laporan pada Minggu bahwa ekspor sangat penting untuk diperhatikan karena mereka telah menjadi pendorong pertumbuhan tunggal terbesar China selama satu setengah tahun terakhir.

Tidak termasuk lonjakan harga produsen, Lu memperkirakan ekspor China hanya tumbuh 7 persen dalam basis tahun-ke-tahun di bulan Oktober. Indeks harga produsen China untuk bulan lalu akan dirilis pada Rabu.