Harga Makanan di China Naik dengan Cepat Pada Oktober

Harga Makanan di China Naik dengan Cepat Pada Oktober

Harga Makanan di China Naik dengan Cepat Pada Oktober – Kementerian Perdagangan China pada Kamis (4/11/2021) merilis data terbaru mengenai kenaikan harga pangan di negara itu. Tercatat, harga pangan di China naik setiap minggu di bulan Oktober lalu. Harga makanan dan komoditas lainnya di China naik dengan cepat pada Oktober lalu.

Salah satu harga pangan yang paling terdampak adalah sayuran. Harga sayuran di pekan yang berakhir tanggal 31 Oktober lalu itu naik 6,6% bila dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Pada pekan itu, harga satu keranjang sayuran yang berisi 30 buah dihargai 5,99 Yuan atau setara Rp 13 ribu.

Harga sekeranjang sayuran yang terdiri dari 30 jenis sayur mencapai 5,99 yuan per kilogram (2,06 dolar AS per pon) di pekan yang berakhir 31 Oktober. Ini berarti naik 6,6 persen dari minggu sebelumnya. Dalam pekan yang berakhir 26 September, harga per kilogramnya adalah 4,39 yuan (1,51 dolar AS per pon).

1. Langkah mencegah stagflasi
Harga Pangan di China Naik Setiap Pekan pada Oktober

Bruce Pang, kepala penelitian makro dan strategi di China Renaissance, mengatakan bahwa tekanan inflasi dan pengetatan jalur kebijakan moneter negara lain akan membatasi ruang lingkup yang dimiliki China untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

“Kemampuan terbatas untuk melonggarkan kebijakan moneter berarti China akan membutuhkan lebih banyak dukungan dari kebijakan fiskal dan industri untuk mencegah stagflasi,” kata Pang. Ia memperkirakan ekonomi masih bisa tumbuh sekitar 4 persen hingga 5 persen pada kuartal keempat.

Stagflasi adalah fenomena ekonomi di mana harga naik tetapi aktivitas bisnis mengalami stagnasi, yang menyebabkan tingginya pengangguran dan berkurangnya daya beli konsumen.

2. Data inflasi makanan dihapus
Harga Pangan di China Naik Setiap Pekan pada Oktober

Laporan mingguan terbaru dari Kementerian Perdagangan China mengkonfirmasi ada tren kenaikan harga pangan. Tetapi data yang dirilis Selasa sore telah dihapus dari situs kementerian pada Rabu pagi.

Data itu telah menunjukkan bahwa ada kenaikan harga pangan sebesar 3,7 persen pada pekan yang berakhir 31 Oktober dari minggu sebelumnya. Di mana harga daging babi naik 10,6 persen dan telur ayam naik 6,4 persen, menurut laporan data yang tersedia di Surat kabar Partai Komunis China People’s Daily.

Kenaikan harga pangan secara keseluruhan melanjutkan kenaikan 4,3 persen yang tercatat pada minggu sebelumnya.

Data inflasi resmi untuk Oktober akan dirilis pada 10 November.

3. Konsumen di bawah tekanan

Sementara itu, indeks harga konsumen, yang mengukur biaya untuk konsumen, kemungkinan akan tumbuh dua kali lipat pada Oktober. Ini sebagian besar didorong oleh rebound tajam dalam inflasi makanan, karena harga sayuran melonjak karena pasokan berkurang akibat cuaca buruk.

“Lebih dari mengimbangi harga daging babi yang lemah,” kata Ekonom Morgan Stanley Robin Xing dan timnya dalam sebuah laporan yang dirilis pada Kamis.

Namun, prediksi mereka tentang kenaikan indeks harga konsumen 1,5 persen tahun-ke-tahun di bulan Oktober tetap relatif rendah. Xing mencatat permintaan konsumen yang “lemah”, terutama karena pihak berwenang mengumumkan pembatasan perjalanan yang lebih ketat untuk mengendalikan lonjakan kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir.

Pada September, kenaikan indeks harga konsumen turun sebesar 0,7 persen dari tahun lalu dipengaruhi oleh penurunan harga pangan sebesar 5,2 persen. Indeks harga produsen, ukuran biaya produksi untuk pabrik, naik dengan rekor 10,7 persen pada September dari tahun lalu. Melonjaknya biaya bahan baku telah mengurangi keuntungan produsen.