Film Indonesia yang Justru Tidak Gunakan Bahasa Indonesia

Film Indonesia yang Justru Tidak Gunakan Bahasa Indonesia

Film Indonesia yang Justru Tidak Gunakan Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia.Bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak varietas bahasa Melayu.

Bagi kamu para pecinta film Indonesia, pastinya sudah enggak aneh dan sudah enggak asing lagi dengan beberapa film Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia juga. Namun ternyata dari sekian film-film yang ada. Ada juga beberapa film yang berani tampil beda, dengan mengguanakan bahasa, selain dari bahasa Indonesia.

Bahkan dari beberapa film berikut ini, ada beberapa film yang mendapatkan banyak pujian dan juga penghargaan yang luar biasa. Bagi kamu yang sudah penasaran dan enggak sabar. Ini dia Club388 Indonesia beberapa film Indonesia yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.

1. The Right One (2014)

Aktris papan atas Tara Basro adalah pemeran utama wanita dalam sebuah film berjudul The Right One. Pada film tersebut Tara Basro beradu akting dengan aktor yang bernama Gandhi Fernando. Film yang rilis pada tahun 2014 ini menceritakan tentang dua profesional muda bernama Jack dan Alice yang tinggal di Bali.

Ada beberapa hal yang unik dan cukup berbeda dari film ini. Salah satunya dialog dari film ini menggunakan bahasa Inggris secara keseluruhan. Meskipun berbeda dari beberapa film lainnya, tetapi film ini berhasil mendapatkan pujian dari banyak kalangan.

2. Java Heat (2013)

Tepatnya pada tahun 2013, film berjudul Java Heat juga menggunakan bahasa Inggris dalam dialognya. Sayangnya, film bergenre action ini kurang mendapatkan sambutan yang cukup baik dari masyarakat Indonesia. Padahal sebelumnya, Java Heat sempat disebut-sebut akan menjadi film yang tidak kalah sukses dari The Raid.

Meskipun begitu, kita wajib memberikan apresiasi yang cukup besar atas keberanian dari sang sutradara dengan menggunakan bahasa selain dari bahasa Indonesia.

3. Yo Wis Ben (2019)

Berbeda dari beberapa film sebelumnya yang menggunakan bahasa Inggris. Film Yo Wis Ben justru menggunakan bahasa daerah dari Jawa Timuran dan Sunda. Yo Wis Ben cukup sukses dan mendapatkan sambutan yang cukup baik dari pecinta film Indonesia. Terbukti dengan jumlah penonton yang tidak sedikit dan dibuatnya sekuel dari film Yo Wis Ben.

4. Turah (2016)

Ada yang pernah menonton film Turah? Jika belum, sepertinya kamu harus segera menonton film garapan Wicaksono Wisnu Legowo ini. Meskipun film ini kurang begitu banyak dikenal, tetapi film dengan bahasa Tegal ini mendapatkan penghargaan dari dalam negeri, hingga luar negeri juga memberikan penghargaan untuk film Turah.

5. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak juga tidak menggunakan bahasa Indonesia. Melainkan menggunakan bahasa hingga aksen dari NTT. Daerah Sumba NTT adalah latar tempat yang dipilih oleh film yang juga dibintangi oleh Marsha Timothy.

Hebatnya, film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak berhasil menjadi film yang ditayangkan di Festival Film Cannes 2017 lalu. Tidak hanya itu, film ini juga didistribusikan ke 18 negara, termasuk di antaranya Amerika Serikat, Kanada, negara di Eropa dan Asia Tenggara.

6. Uang Panai (2016)

Satu lagi film yang menggunakan bahasa daerah dan tidak menggunakan bahasa Indonesia pastinya. Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda Bugis yang harus membayar uang panai atau uang mahar untuk pernikahannya.

Bagi kamu yang juga sedang berjuang untuk mempersiapkan dana untuk menikah. Sepertinya film ini cocok menjadi rekomendasi film yang harus kamu tonton.

7. Foxtrot Six (2019)

Terakhir ada film Foxtrot Six yang juga tidak menggunakan bahasa Indonesia pada dialognya. Tepat dirilis pada tahun 2019, film ini merupakan film action yang cukup keren. Karena diproduseri langsung oleh Mario Kassar dan juga dibintagi oleg bintang-bintang papan atas. Seperti Oka Antara, Arifin Putra, Rio Dewanto, hingga Chicco Jerikho.

Film ini bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam.

Saat ini para sineas film semakin kreatif dan berani untuk memberikan tayangan yang berbeda dari biasanya. Teruslah dukung dan cintai film-film Indonesia.