Filipina Mensahkan Promosi Polisi yang Kelebihan Berat Badan

Filipina Mensahkan Promosi Polisi yang Kelebihan Berat Badan

Filipina Mensahkan Promosi Polisi yang Kelebihan Berat Badan – Polisi adalah suatu pranata umum sipil yang menjaga ketertiban, keamanan, dan penegakan hukum di seluruh wilayah negara. Kepolisian Filipina memberlakukan kebijakan baru mengenai kenaikan pangkat bagi anggota kepolisian yang kelebihan berat badan.

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum, sehingga lembaga kepolisian ada di seluruh negara berdaulat. Sebelumnya Filipina memberlakukan aturan bahwa anggota polisi yang diketahui memiliki berat badan berlebih atau obesitas tidak diperbolehkan promosi jabatan.

Keputusan ini juga diberlakukan mengingat pada masa pandemik terdapat kebijakan pengurangan aktivitas fisik personil kepolisian. Selain itu, Dirangkum dari laman idn poker ios ini sebagai bentuk apresiasi pada aparat kepolisian yang sudah membantu menangani pandemik COVID-19.

1. Hentikan syarat berat badan ideal bagi polisi selama pandemik
Filipina Cabut Larangan Promosi Polisi yang Obesitas

Kepolisian Filipina pada hari Rabu (14/07/2021) sudah mengumumkan pemberlakuan aturan baru yang memperbolehkan anggota kepolisian dengan berat berlebih untuk naik promosi jabatan. Menurut juru bicara PNP, Brigadir Jenderal Ronaldo Olay mengatakan bahwa, “Petugas kepolisian yang kelebihan berat badan dan obesitas boleh untuk melakukan promosi jabatan saat periode ini. Ini juga sebagai cara kita untuk memahami pengorbanan dalam membantu krisis kesehatan ini.”

Keputusan ini diberlakukan setelah pada Selasa (13/07/2021) petang, Kepala PNP Jenderal Guillermo Eleazar mengatakan kepada reporter bahwa ia akan menerima rekomendasi dari Direktorat Personil dan Manajemen SDM untuk menghentikan sementara syarat indeks massa tubuh. Hal ini ditengarai adanya pembatasan aktivitas fisik personil polisi selama pandemik COVID-19, dikutip dari laman Arab News.

2. Skor BMI jadi syarat utama promosi jabatan
Filipina Cabut Larangan Promosi Polisi yang Obesitas

Dilansir dari The Daily Star, petugas kepolisian Filipina selama ini diharuskan untuk menunjukkan skor BMI atau indeks massa tubuh kepada atasannya. Bahkan mereka harus menunjukkan sejumlah perkembangan bulanan, jika tidak seluruh koleganya akan ikut terdampak dan berujung pada terhambatnya promosi jabatan.

Seorang mantan kepala polisi bernama Debold Sinas menunjukkan usahanya dalam menurunkan berat badan dengan diet makanan dan latihan fisik setiap hari, tapi akibatnya 220 ribu anggota lainnya juga harus melakukan hal yang sama. Sementara itu, personil kepolisian seharusnya memiliki BMI antara 18,5 dan 27 yang nantinya didasarkan pada usianya.

3. Kelebihan berat badan menjadi masalah kepolisian Filipina
Filipina Cabut Larangan Promosi Polisi yang Obesitas

Dikutip dari RTE, selama ini kelebihan berat badan dan obesitas merupakan masalah besar bagi aparat kepolisian di Filipina. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa hampir 35 persen personil termasuk kelebihan berat badan dan hampir 10 persen di antaranya tergolong obesitas.

Meskipun upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan berat badan bagi para anggota polisi dianggap positif. Namun terdapat kekurangan lantaran BMI antara 18,5 dan 24,9 memang disebut sehat, tetapi dalam sistem tidak memperhitungkan faktor lain seperti massa otot di dalam tubuh. Maka dari itu, seseorang dengan fisik atletik dapat dikategorikan sebagai kelebihan berat badan atau obesitas meski memiliki tingkat lemak rendah.

Oleh karena itu, terdapat sejumlah petisi dari personil yang kecewa dan menganggap kebijakan ini menyiksa dan membentuk diskriminasi kepada personil yang memiliki BMI di atas normal. Bahkan dulunya polisi kerap dikirimkkan ke kamp latihan atau ditugaskan ke pos yang tidak diminati agar membuat malu mereka untuk menurunkan berat badan.