Ekonomi Filipina Butuh Waktu Lebih dari 1 Dekade untuk Pulih

Ekonomi Filipina Butuh Waktu Lebih dari 1 Dekade untuk Pulih

Ekonomi Filipina Butuh Waktu Lebih dari 1 Dekade untuk Pulih – Menteri Perencanaan Ekonomi, Karl Kendrick Chua mengatakan perekonomian Filipina akan membutuhkan lebih dari satu dekade untuk kembali ke tingkat pertumbuhan pra-pandemi. Dia juga memperingatkan bahwa dua generasi berikut dari penduduk Filipina yang akan membayar biaya (dampak) yang ditimbulkan akibat Covid-19.

Pemberlakukan karantina (lockdown) dan aturan pembatasan lain yang bertujuan memperlambat penyebaran virus corona telah menghancurkan ekonomi negara di kawasan Asia Tenggara itu, serta membuat jutaan masyarakat kehilangan pekerjaan dan membuat banyak keluarga miskin kelaparan.

“Total biaya jangka panjang kami dari COVID dan karantina baik untuk masyarakat sekarang dan masa depan – yang berarti anak-anak dan cucu kami – akan mencapai 41,4 triliun peso (810 miliar dolar AS),” kata Chua pada Kamis (30/9/2021), menurut Channel News Asia.

1. Total kerugian dua kali lipat dari PDB
Ekonomi Filipina Diramal Butuh 1 Dekade Lebih untuk Bisa PulihSeorang anak memakai masker pelindung melihat keluar dari rumahnya di tengah pemberlakuan ‘lockdown’ untuk membatasi penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Caloocan, Metro Manila, Filipina, Kamis (6/8/2020)

Kerugian akibat pandemik senilai 810 miliar dolar AS itu berarti lebih dari dua kali produk domestik bruto (PDB) Filipina pada 2020. Bank Dunia memperkirakan PDB Filipina di 2020 sebesar 361,5 miliar dolar AS.

“Kerugian akan terasa selama 10 hingga 40 tahun ke depan,” kata Chua.

2. Ekonomi Filipina kacau akibat pandemik
Ekonomi Filipina Diramal Butuh 1 Dekade Lebih untuk Bisa PulihWarga Filipina memakai masker pelindung dan pelindung wajah sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit virus korona (COVID-19) berjalan di sepanjang jalan pasar di Manila, Filipina, Kamis (3/12/2020)

Ekonomi Filipina telah tertekan oleh pandemik COVID-19. Konsumsi, investasi, dan pendapatan pajak diperkirakan akan sulit pulih karena aturan jarak sosial mencegah sektor-sektor utama, seperti pariwisata dan restoran, dibuka kembali sepenuhnya.

“Produktivitas yang lebih rendah yang disebabkan oleh kematian, penyakit, atau kurangnya sekolah selama pandemi kemungkinan akan permanen,” ujar Chua.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa ekonomi diperkirakan tumbuh empat hingga lima persen tahun ini dibandingkan dengan rekor kontraksi 9,6 persen pada 2020.

Tetapi ia menyebut butuh 10 tahun sebelum negara itu kembali ke pertumbuhan pra-pandemik, yang rata-rata 6,4 persen dalam 10 tahun sebelum COVID-19 melanda.

3. Penguncian bukan solusi untuk pandemik
Ekonomi Filipina Diramal Butuh 1 Dekade Lebih untuk Bisa PulihSeniman Filipina Mary Mae Dacanay menunjukkan karyanya yang menggunakan daun, penghormatan bagi mereka yang menjadi garis depan penanggulangan wabah penyakit virus corona (COVID-19), di rumahnya di Binan, Laguna, Filipina, Selasa (1/9/2020)

Chua mengatakan bahwa hampir 70 persen ekonomi, termasuk 23,3 juta pekerja, tetap berada di bawah pembatasan karantina yang diperketat.

Ia juga memperingatkan bahwa penguncian menyebabkan kelaparan yang lebih besar dan bukan jawaban atas pandemik.

Filipina telah mencatat lebih dari 2,5 juta infeksi, termasuk lebih dari 38 ribu kematian. Namun, negara ini telah menjalankan program vaksinasi.

Sayangnya, peluncuran vaksinasinya tertunda dan lambat. Baru ada lebih dari seperempat populasi orang dewasa telah divaksinasi penuh hingga saat ini.