Deretan Negara-Negara di Asia yang Pernah Mengubah Nama

Deretan Negara-Negara di Asia yang Pernah Mengubah Nama

Deretan Negara-Negara di Asia yang Pernah Mengubah Nama – Asia adalah benua terbesar di bumi yang berbatasan dengan Pegunungan Ural dan Kaukasus serta Samudra Arktika, Pasifik, dan Hindia. Benua ini mencakup 8,7% dari total luas permukaan bumi dan terdiri dari 30% dari luas daratannya.

Dengan sekitar 4,3 miliar orang, terdapat 60% dari populasi manusia dunia saat ini. Hingga saat ini, terdapat 195 negara yang ada di dunia. Setiap negara pastinya memiliki nama resmi masing-masing, seperti Republik Indonesia.

Menariknya, ternyata terdapat beberapa negara yang mengubah nama negaranya dengan alasan tertentu. Terdapat berbagai alasan terkait pengubahan nama negara tersebut, mulai dari alasan politik, meraih kemerdekaan, hingga berpisah dengan wilayah lainnya.

1. Persia menjadi Iran
5 Negara Asia yang Mengganti Nama Resmi Negara dengan Alasan Tertentu

Apakah kamu pernah mendengar istilah negara Persia? Jika kita melihat daftar negara di dunia, nama Persia pastinya tidak ada. Hal tersebut disebabkan oleh nama Persia sudah berubah menjadi Iran sejak Maret 1935.

Pada tahun tersebut, Pemerintah Persia meminta semua negara untuk secara diplomatik menyebut negara mereka dengan Iran. Dilansir Iran Chamber Society, nama tersebut diusulkan oleh diplomat Iran untuk Jerman yang saat itu masih berada di kekuasaan Nazi.

Dalam sejarahnya, perubahan nama tersebut diketahui memiliki sangkut paut dengan situasi politik pada zaman tersebut karena nama Persia memiliki hubungan yang erat dengan Britania Raya dan Rusia, sedangkan kedua negara tersebut merupakan musuh Jerman pada Perang Dunia I.

2. Siam menjadi Thailand
5 Negara Asia yang Mengganti Nama Resmi Negara dengan Alasan Tertentu

Thailand merupakan salah satu negara yang berdekatan dengan Indonesia. Negara ini merupakan salah satu yang tak pernah dijajah oleh negara lain. Selama berabad-abad, negara ini berbentuk kerajaan dengan nama asli Kerajaan Siam.

Pada tahun 1932, terjadi kudeta yang dipimpin oleh mantan anggota militer yang bernama Luang Phibunsongkhram. Kudeta dilakukan saat pemerintahan Thailand dipimpin oleh Raja Chakri.

Setelah kudeta berhasil, Luang Phibunsongkhram mengambil alih kekuasaan dan menjadikan Kerajaan Siam menjadi lebih nasionalis dan modern. Tak hanya itu, nama Siam diubah menjadi Thailand pada tahun 1938, dilansir History Today.

3. Burma menjadi Myanmar
5 Negara Asia yang Mengganti Nama Resmi Negara dengan Alasan Tertentu

Tak banyak yang tahu bahwa nama asli dari negara Myanmar ialah Burma. Nama Burma diganti menjadi Myanmar akibat pengambil alihan kekuasaan oleh militer Junta pada tahun 1989. Walau begitu, pengambilalihan dan perubahan nama tersebut harus mengakibatkan ribuan orang tewas.

Perubahan nama tersebut pada dasarnya diakui oleh United Nations dan diikuti oleh banyak negara setelahnya. Walau begitu, negara-negara seperti Amerika Serikat dan Britania Raya diketahui tak mengakui perubahan nama tersebut, dilansir Indiatimes.com.

4. Kampuchea Demokratis menjadi Cambodia (Kamboja)
5 Negara Asia yang Mengganti Nama Resmi Negara dengan Alasan Tertentu

Ada juga negara Asia Tenggara lainnya yang mengubah nama resmi negara mereka, yaitu Kamboja. Tak hanya sekali, negara ini diketahui telah berganti nama beberapa kali. Pada awalnya, nama asli negara ini ialah Kerajaan Cambodia (Kamboja) pada tahun 1953 hingga 1970.

Setelah itu, nama kerajaan tersebut berganti menjadi Kerajaan Khmer. Pada tahun 1975, kerajaan tersebut dikudeta oleh kelompok komunis dan mengubah nama wilayah mereka menjadi Kampuchea Demokratis.

Dalam upaya menegakkan perdamaian di kawasan tersebut, United Nations (PBB) mengambil alih pemerintahan di sana selama tahun 1989 hingga 1993. Sejak masa transisi yang dilakukan oleh United Nations, nama negara tersebut menjadi Kerajaan Kamboja atau di dalam dunia internasional dikenal Cambodia.

5. Ceylon menjadi Sri Lanka
5 Negara Asia yang Mengganti Nama Resmi Negara dengan Alasan Tertentu

Tak banyak yang tahu bahwa Sri Lanka juga pernah mengubah nama aslinya. Nama awal dari negara ini ialah Ceylon yang merupakan sebutan Kerajaan Britania Raya saat masih menguasai kawasan tersebut. Sebelum dikuasai Britania Raya, kawasan tersebut dikuasai oleh Portugal dengan nama Ceilão.

Setelah merdeka pada tahun 1948, negara tersebut mengganti nama wilayah mereka menjadi Sri Lanka. Nama tersebut benar-benar resmi digunakan di seluruh penjuru negara tersebut pada tahun 2011 karena pemerintah setempat menghapus nama institusi dan perusahaan yang memiliki nama Ceylon.

Benua Asia dan Eropa merupakan benua yang terhubung lewat darat dan keduanya membentuk suatu benua raksasa yang disebut sebagai Eurasia. Batas antara Asia dan Eropa sangat kabur sehingga beberapa negara seperti Turki terkadang dapat dimasukkan ke Asia maupun Eropa.

Beberapa bentang alam yang sering dipakai untuk memisahkan kedua benua tersebut adalah Selat Dardanella, Laut Marmara, Selat Bosporus, Laut Hitam, Pegunungan Kaukasus, Laut Kaspia, Sungai Ural (atau Sungai Emba), dan Pegunungan Ural hingga Novaya Zemlya.

Selain berbatasan langsung dengan Benua Eropa, Benua Asia juga memiliki batas langsung dengan Benua Afrika yang memiliki perbatasan darat dan bertemu di sekitar Terusan Suez.