Deretan Monarki Islam Tua yang Ada di Asia Tengah

Deretan Monarki Islam Tua yang Ada di Asia Tengah

Deretan Monarki Islam Tua yang Ada di Asia Tengah – Monarki (atau Kerajaan)  yang berarti satu, dan yang berarti pemerintah. Asia Tengah adalah wilayah di benua Asia yang terdiri dari beberapa negara yang semuanya berakhiran “-stan”, yaitu Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.

Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki. Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia. Asia Tengah memiliki sejarah yang kaya dan dulu terkenal sangat makmur berkat kekaisaran besar yang pernah tumbuh dan berkuasa di sana.

Asia Tengah juga pernah mengalami periode islamic golden age, masa kemajuan budaya, ekonomi, dan ilmu pengetahuan dalam sejarah Islam. Apa saja monarki-monarki Islam yang pernah ada di sana? Yuk, Dirangkum dari apk idn poker cari tahu di bawah ini!

1. Kekaisaran Samaniyah
Sering Diabaikan, Inilah 5 Monarki Islam Tua di Asia Tengah

Sejarah terbentuknya Kekaisaran Samaniyah dimulai dari 4 bersaudara keturunan Saman Khuda (pendiri Dinasti Samaniyah), yaitu Nuh, Ahmad, Yahya, dan Elyas. Masing-masing dari mereka diberi tanggung jawab untuk memerintah sebuah provinsi oleh Kekhalifahan Abbasiyah.

Meskipun kekuasaan Samaniyah telah berakhir, sejarah tidak melupakan perannya dalam membangun kota-kota di Asia Tengah seperti Samarkand, Bukhara, dan Herat. Di kota Bukhara masih terdapat mausoleum, lokasi peristirahatan terakhir beberapa penguasa Dinasti Samaniyah.

2. Kekhanan Kara-Khanid
Sering Diabaikan, Inilah 5 Monarki Islam Tua di Asia Tengah

Meskipun sejarah awalnya masih samar-samar, banyak yang meyakini bahwa Kekhanan Kara-Khanid didirikan oleh Satuq Bughra Khan. Satuq Bughra Khan sendiri merupakan khan pertama yang masuk Islam yang kemudian meninggal pada tahun 955.

Kekuatan besar lainnya, yaitu Kekaisaran Khwarezmia berhasil membunuh Khan Barat pada tahun 1212. Hal ini menyebabkan dinasti dan Kekhanan Kara-Khanid resmi berakhir. Saat ini, bangsa Uighur masih menghargai Kara-Khanid sebagai nenek moyang mereka.

3. Kekaisaran Timurid
Sering Diabaikan, Inilah 5 Monarki Islam Tua di Asia Tengah

Berdirinya kekaisaran ini dilatarbelakangi oleh berhasilnya Amir Timur, seorang penguasa Turki-Mongol dalam menguasai dan menyatukan banyak wilayah. Wilayah yang dikuasai mulai dari timur Turki hingga barat India pada sekitar tahun 1370.

Ia mendirikan Dinasti dan Kekaisaran Timurid dengan ibu kota pertamanya adalah Samarkand. Sejak berdirinya kekaisaran ini, Timur tidak berhenti memperluas wilayahnya dan menaklukan musuh-musuh besar, seperti Suriah, Irak, Kesultanan Mamluk Mesir,

Kekaisaran Timurid tidak lagi kokoh dan bersatu sehingga mudah diserang bangsa-bangsa lain disekitarnya. Herat, ibu kota baru kekaisaran dan Samarkand berhasil dikuasai oleh bangsa Uzbek pada tahun 1507.

Tidak lama kemudian, Kekaisaran Timurid resmi bubar pada tahun 1526 dan digantikan oleh Kekaisaran Mughal yang didirikan oleh Babur, keturunan Amir Timur.

4. Kekhanan Bukhara
Sering Diabaikan, Inilah 5 Monarki Islam Tua di Asia Tengah

Kekhanan Bukhara didirikan oleh Muhammad Shaybani pada tahun 1506 setelah berhasil mengalahkan Timurid. Bukhara dan Samarkand pernah menjadi ibu kotanya, sehingga kekhanan ikut berperan serta dalam pembangunan kedua kota tersebut.

Tidak hanya Samarkand, Bukhara juga pernah menjadi pusat pendidikan, literatur, dan seni, khususnya pembuatan lukisan miniatur khas Persia dan kaligrafi pada waktu itu.

Hal tersebut membuka jalan bagi Dinasti Manghit dari Mongol untuk mengambil alih Kekhanan Bukhara. Pada tahun 1785, kekhanan akhirnya diputuskan untuk bubar dan digantikan oleh Keamiran atau Emirat Bukhara.

5. Kekhanan Khiva
Sering Diabaikan, Inilah 5 Monarki Islam Tua di Asia Tengah

Kekhanan Khiva berdiri setelah Sultan Ilbars mengambil kekuasaan pemerintahan dan menjadi khan pertama di Khiva pada tahun 1511.

Sepanjang perjalanan lama dinasti ini, Kekhanan Khiva banyak mengalami masalah, seperti konflik dengan suku-suku yang mendiami wilayah kekhanan hingga serangan Nadir Shah dari Iran pada tahun 1740.

Kekhanan dibubarkan dan kemudian disatukan dengan wilayah Republik Sosialis Uzbekistan pada tahun 1924.

Itulah 5 monarki yang berperan dalam pembangunan beberapa kota, negara, dan penyebaran agama Islam di Asia Tengah.