China Menolak Tuduhan Telah Merebut Bandara Uganda

China Menolak Tuduhan Telah Merebut Bandara Uganda

China Menolak Tuduhan Telah Merebut Bandara Uganda – Sebuah media Afrika melaporkan bahwa Uganda telah kehilangan satu-satunya bandara  internasional di negaranya, yakni Bandara Internasional Entebbe, setelah gagal membayar pinjaman kepada China.

Diketahui, Pemerintah Uganda telah gagal untuk membalikkan perjanjian pinjaman dengan China yang memiliki persyaratan pembayaran untuk melampirkan satu-satunya bandara internasional di negara tersebut. China menolak tuduhan telah merebut bandara Uganda akibat gagal membayar utang sebesar 200 juta Dolar AS (Rp2,8 Trilliun).

Kedutaan besar China untuk Uganda membantah tuduhan tersebut malam, setelah sebelumnya dilaporkan oleh media lokal mengenai pengambilalihan bandara tersebut.

1. Laporan pengambilalihan bandara
China Bantah Rebut Bandara Uganda Akibat Gagal Lunasi Utang

Berita mengenai bandara Uganda tersebut pertama kali dilaporkan oleh Daily Monitor lalu. Dalam laporannya, disebut bahwa bandara Entebbe Uganda disita oleh Bank Exim China akibat gagal membayar utang yang diperoleh sejak 6 tahun yang lalu.

Hasil dari investigasi yang dilakukan surat kabar tersebut menemukan bahwa dalam perjanjian yang ditandatangani oleh China dan Uganda pada 31 Maret 2015, bandara Uganda tidak akan dilindungi oleh kekebalan kedaulatan. Itu berarti sejak awal pemerintah Uganda telah menyepakati untuk diadakan penyitaan jika mereka gagal membayar utang tersebut.

2. Tuduhan ‘perangkap utang’ oleh negara Barat

China telah dituduh beberapa kali oleh negara-negara Barat memberikan pembiayaannya yang disinyalir untuk memikat negara berkembang ke dalam “jebakan utang” yang tidak akan mampu mereka bayar. Aset vital negara akan disita jika negara tersebut tidak mampu mengembalikan pinjaman China.

“Tidak ada satu pun proyek di Afrika yang pernah disita oleh China karena gagal membayar pinjaman China,” kata Kedubes China dalam pernyataannya.

3. Pinjaman dibayar selama 20 tahun
Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal dan Modus-modusnya

Melansir Africanews, Bank Exim China memberikan pinjaman tersebut dengan bunga sebesar 2 persen dalam jangka 20 tahun serta masa tenggang selama 7 tahun. Kemajuan pekerjaan bandara yang dibangun pada tahun 1972 ini telah mencapai 75,2 persen.

Sementara itu, dua landasan pacu telah rampung dibangun. Bandara Internasional Entebbe menangani lebih dari 1,9 juta penumpang per tahun dan merupakan bandara internasional satu-satunya yang ada di negara tersebut.

Hal itu terjadi pada tahun 2015 ketika pemerintah Uganda, yang pada saat itu diwakili oleh kementerian keuangan dan Otoritas Penerbangan Sipil, menandatangani perjanjian dengan Bank Ekspor-Impor (Exim Bank) China.

Uganda meminjam dana kepada China sebesar US$207 juta atau sekira Rp3 triliun dengan bunga 2 persen pada saat pencairan.