China Melarang Pria Dengan Gaya Feminim Tampil di Televisi

China Melarang Pria Dengan Gaya Feminim Tampil di Televisi

China Melarang Pria Dengan Gaya Feminim Tampil di Televisi – “Laki-laki harus tampil macho dan jantan” merupakan tagline yang berasal dari pandangan budaya patriarki di masa lalu. Meskipun jaman telah berubah, jejak-jejaknya masih mencengkram kuat mentalitas dan watak kita.

Pemimpin China, Presiden Xi Jinping melalui Partai Komunis telah memperkuat kontrolnya atas bisnis, pendidikan, budaya dan agama. Perusahaan dan publik di China mendapati peningkatan tekanan agar selaras dengan visi partai demi kemakmuran Tiongkok di masa depan.

Beberapa di antara tekanan untuk masyarakat adalah larangan untuk guru privat dan batasan untuk anak-anak dalam bermain game daring. Selain itu, kini pemerintah China juga melarang artis pria dengan gaya feminim tampil di televisi karena dianggap “ber-estetika abnormal.”

1. China melarang les guru privat

Juren Education, sebuah lembaga penyedia layanan pendidikan privat di China pekan ini mengumumkan bangkrut. Melansir ABC News, lembaga itu meminta maaf kepada semua orang tua siswa dalam sebuah pernyataan.

Tapi dalam pernyataan maaf itu, tidak disebutkan pengumuman mendadak dari pemerintah China yang telah menghancurkan bisnisnya. Juren Education hanya menyampaikan “kesulitan operasional.”

Larangan guru privat itu dimulai bulan Juni lalu. Larangan itu disambut oleh para orang tua karena menganggap les privat telah menciptakan pengeluaran yang banyak demi tuntutan persaingan akademik yang tinggi.

Melansir Al Jazeera, Wu Xiaomei, salah satu orang tua di Shanghai mengatakan “kami senang melihat pemerintah akhirnya mulai memperhatikan adegan les yang gila ini.” Dia mengaku aturan larangan itu melegakan dan tetap berharap anak-anaknya tidak ketinggalan pelajaran.

Kementerian Pendidikan China telah membuat rencana meringankan beban anak-anak dan remaja, serta mendesak orang tua untuk tak mengirim anak-anak ke sekolah swasta. Guru juga diberi tahu untuk tidak memberi PR yang membebankan.

Baru-baru ini, pemerintah China juga memasukan “Pemikiran Xi Jinping” ke seluruh buku teks lembaga pendidikan, dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

2. Pengaruh buruk dan pencemaran sosial

Selain melarang les guru privat, China juga membatasi anak-anak bermain game daring hanya beberapa jam dalam satu minggu.

Mereka yang belum berusia 18 tahun, hanya diperbolehkan main tiga jam dalam satu minggu. Bermain ketika hari-hari sekolah juga dilarang.

Kini, demi menyongsong masa depan China yang patriotik, regulator televisi China mulai memberlakukan larangan pria yang tampil di televisi secara feminim.

Melansir Reuters, dua kementrian, agen partai dan asosiasi industri hiburan mengeluarkan pedoman pada hari Kamis (2/9), yang di antaranya melarang program yang menggambarkan perilaku “banci” dan konten lain yang dianggap “menyimpang.”

Acara yang menampilkan kemewahan, skandal dan selebriti vulgar juga dilarang.

Hal itu dilakukan karena industri hiburan diduga memberi pengaruh buruk terhadap kaum muda dan karena “sangat mencemari suasana sosial.”

3. Televisi harus tingkatkan promosi budaya tradisional China

Kontrol yang semakin meningkat dari negara satu partai ini, tidak hanya melarang pria feminim yang dianggap “ber-estetika abnormal,” akan tetapi juga selebriti dan bintang tamu yang memiliki perbedaan haluan partai harus diseleksi.

Melansir NPR, televisi juga harus menghindari artis yang “melanggar ketertiban umum” atau “kehilangan moralitas.”

Program yang mendewakan atau menampilkan pemujaan terhadap kemewahan dan program anak-anak selebriti juga mulai dilarang.

Program televisi harus “dengan giat mempromosikan budaya tradisional Tiongkok yang sangat baik, budaya revolusioner dan budaya sosialis yang maju.”

Menurut BBC, pihak berwenang China menjanjikan untuk mempromosikan apa yang menurut mereka gambaran pria yang lebih masukulin dan mengkritik selebriti pria yang menggunakan banyak terlalu riasan.

Latihan fisik untuk mendapatkan bentuk tubuh macho bisa didapatkan melalui latihan pembentukan otot-biasanya dilakukan di pusat-pusat kebugaran seperti tempat gym atau fitnes. Melalui latihan beban dan kardiovaskular secara rutin bisa diperoleh bentuk tubuh bahu lebar, pinggang ramping, tegap dan betis yang bagus. Kalau digambarkan menyerupai segitiga terbalik.

Usaha laki-laki untuk memodifikasi tubuhnya tersebut menggambarkan bahwa mereka ingin memperlihatkan atribut maskuliitas pada simbol otot yang menonjol. Laki-laki di (ter)paksa untuk menunjukkan semuanya itu pada tubuhnya yang sedang berkembang. Tidak untuk kesenangan, melainkan sebagai metode pembuktian bahwa mereka adalah bibit pejantan macho yang sedang bertumbuh.