Beijing Menuding AS Membuat Rekayasa Soal Warga Negara China

Beijing Menuding AS Membuat Rekayasa Soal Warga Negara China

Beijing Menuding AS Membuat Rekayasa Soal Warga Negara China – Pemerintah China menuding Amerika Serikat (AS) sebagai penyebab kemacetan hubungan kedua negara raksasa tersebut. Pasalnya, beberapa orang AS yang memperlakukan China sebagai musuh imajiner.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri China Xie Feng dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS  Wendy Sherman Beijing menuding Amerika Serikat (AS) membuat rekayasa soal warga negara China yang dihukum karena meretas rahasia dagang dari beberapa perusahaan.

Departemen Kehakiman AS mengumumkan, seorang warga China bernama Xu Yanjun dihukum oleh juri federal karena merencanakan pencurian data rahasia dagang dari beberapa perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan.

1. Warga China dihukum maksimal 60 tahun penjara
Terlibat Konspirasi Curi Rahasia AS, Mata-mata China Terancam 60 Tahun Bui

Xu dihukum atas dua tuduhan, berkonspirasi dan mencoba melakukan spionase ekonomi, serta tuduhan pencurian rahasia dagang dan tuduhan percobaan pencurian rahasia dagang.

Berdasarkan siaran pers, dia dihukum maksimal 60 tahun penjara dan denda total 5 juta dolar AS (sekitar Rp71 miliar). Xu dijatuhi hukuman oleh hakim pengadilan distrik federal.

2. China tuntut AS hukum warganya secara adil
Ngeri! China Hukum Mati Pelanggar Prokes Covid-19 - Cakaplah - Berpikir  Berbuat Bercakap

Pada 2013, Xu dituduh menggunakan beberapa nama samaran untuk melakukan spionase ekonomi dan mencuri rahasia menggunakan nama China. Beberapa perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS, termasuk GE Aviation, sebuah unit dari General Electric Co, menjadi targetnya, kata rilis tersebut

China mendesak supaya Washington mengadili Xu secara adil, tidak berdasarkan tensi politik. “Kami menuntut agar AS menangani kasus ini sesuai dengan hukum dan dengan cara yang adil, untuk memastikan hak dan kepentingan warga negara China,” tutur Wang.

3. FBI gandeng perusahaan swasta untuk hadapi peretas dari China
FBI's Wray says he's 'not aware' of any specific investigation of Trump's  role in Jan. 6 Capitol riot

Dilansir dari Bloomberg, Biro Investigasi Federal (FBI) mendesak perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk menghentikan peretasan asing. Pernyataan itu disampaikan Direktur FBI, Chris Wray, sebagai peringatan ancaman infiltrasi China terhadap jaringan informasi AS.

Wray menyebut peretas yang didukung oleh pemerintah China merupakan bagian terbesar dari serangan dunia maya terhadap perusahaan-perusahaan AS. Wray juga menyotori metode peretasan yang semakin canggih.

“Sebagian besar ancaman itu datang dari pemerintah atau perusahaan China. Tidak ada perusahaan yang dipersenjatai untuk bertahan melawan ancaman itu. Itu sebabnya kita harus bekerja sama,” kata Wray.

Namun ia tegaskan perlu ada lapangan permainan yang setara dan pagar pembatas untuk memastikan bahwa persaingan itu tidak mengarah ke konflik, kata pejabat senior AS pada hari Sabtu dalam sebuah pengarahan sebelum pembicaraan itu.

Sebelumnya, para pejabat senior AS, yang memberi pengarahan kepada wartawan menjelang pembicaraan Sherman di Tianjin dengan Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada hari Senin, mengatakan dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut membutuhkan cara yang bertanggung jawab untuk mengelola persaingan.