Beijing Ingin Taliban Membuat Terobosan Menumpas Terorisme

Beijing Ingin Taliban Membuat Terobosan Menumpas Terorisme

Beijing Ingin Taliban Membuat Terobosan Menumpas Terorisme – Setelah berhasil menguasai Afghanistan, Taliban kini mulai merapat ke China. Juru bicara kelompok itu, Suhail Shaheen mengatakan, China telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

Karenanya, Taliban mempersilakan Beijing untuk berkontribusi pada pembangunan kembali Afghanistan, kata Shaheen kepada media milik Pemerintah China. Tiongkok mengharapkan pemerintahan baru Afghanistan, di bawah kekuasaan Taliban, menerapkan hukum Islam atau sistem syariah yang moderat.

Beijing juga berharap rezim Taliban dapat membuat terobosan dan membantu komunitas internasional untuk menumpas idn poker mobile terorisme. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengharapkan, Taliban dapat bersikap koperatif dengan semua pihak dalam membentuk kerangka kerja sama yang terbuka dan inklusif.

1. Tiongkok ingin Taliban bantu kelompok ETIM
Makin Mesra, Tiongkok Ingin Taliban Bisa Tumpas Terorisme di Xinjiang

Secara khusus, Beijing mendorong Taliban untuk bisa membatasi gerak dan melawan East Turkestan Islamic Movement (ETIM), kelompok terorisme yang berbasis di Xinjiang dan banyak diisi oleh orang-orang Uighur.

Lebih dari itu, Tiongkok juga tidak mau Afghanistan menjadi sarang teroris dan basis kelompok ekstrimis lagi, seperti ketika Taliban berkuasa sepanjang 1996-2001.

2. Tiongkok berjanji menghormati kedaulatan Afghanistan
Makin Mesra, Tiongkok Ingin Taliban Bisa Tumpas Terorisme di Xinjiang

Sebagai negara tetangga terbesar Afghanistan, Chunying menegaskan bahwa Tiongkok akan selalu menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, termasuk mematuhi prinsip non-intervensi dalam urusan internal.

“Untuk waktu yang lama, China telah mempertahankan kontak dengan Taliban Afghanistan berdasarkan penghormatan penuh terhadap kedaulatan nasional Afghanistan dan kehendak berbagai faksi di negara itu, dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik masalah Afghanistan,” ujar dia.

“China akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat dengan semua pihak untuk mendorong diakhirinya perang di Afghanistan lebih awal dan mencapai perdamaian abadi,” tambahnya.

3. Tiongkok intens berkomunikasi dengan Taliban
Makin Mesra, Tiongkok Ingin Taliban Bisa Tumpas Terorisme di Xinjiang

Beberapa bulan lalu, Tiongkok menjadi tuan rumah pertemuan menteri luar negeri Tiongkok dengan negara-negara Asia Tengah serta dialog antara menteri luar negeri Tiongkok-Afghanistan-Pakistan terkait perkembangan Taliban.

Pada 28 Juli 2021, Menteri Luar Negeri Wang Yi bahkan sempat bertemu dengan delegasi Taliban, yang dipimpin oleh Kepala Komite Politik Mullah Abdul Ghani Baradar. Kala itu, Wang berharap Taliban bisa memprioritaskan kepentingan nasional, menghormati dialog damai, menetapkan tujuan perdamaian, dan membangun citra positif.

Taliban berhasil merebut kendali seluruh Afghanistan pada akhir pekan lalu. Kemenangan kelompok militan itu memaksa ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan yang pro-Amerika melarikan diri demi keselamatan mereka. China dianggap punya peluang bagus dalam menghadapi Taliban.

Selain kapasitas militer dan kemampuan ekonominya yang semakin kuat, Beijing juga dapat memanfaatkan fakta bahwa mereka tidak pernah berperang di Afghanistan. Faktor menguntungkan semacam ini tidak dimiliki Rusia maupun Amerika Serikat—yang pernah mengerahkan tentara dan berebut pengaruh di negara itu selama berpuluh-puluh tahun.