Beberapa Candi-candi yang Kurang Populer di Indonesia

Beberapa Candi-candi yang Kurang Populer di Indonesia

Beberapa Candi-candi yang Kurang Populer di Indonesia – Candi adalah istilah dalam  Bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah  peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Indonesia adalah negara yang kaya berbagai rupa peninggalan sejarah. Salah satu yang paling mudah ditemukan adalah candi. Banyak sekali bangunan candi bercorak Hindu dan Buddha di Indonesia yang merupakan peninggalan sejarah dari berbagai kerajaan.

Bangunan ini digunakan sebagai tempat ritual ibadah, pemujaan dewa-dewi, penghormatan leluhur ataupun memuliakan Sang Buddha. Setiap candi memiliki cerita sejarahnya masing-masing. Beberapa candi yang sangat populer di Indonesia yaitu, Candi Prambanan di Yogyakarta, Candi Borobudur di Magelang, dan Candi Mendut yang juga berlokasi di Magelang.

Selain ketiga candi tersebut, masih banyak candi-candi lain yang kurang populer di masyarakat, namun memiliki cerita sejarah yang sangat menarik. Di antaranya sebagai berikut ini, nih

1. Candi Dieng, Jawa Tengah
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Candi Dieng merupakan kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Daerah ini adalah dataran vulkanik aktif.

Candi ini peninggalan bercorak Hindu beraliran Syiwa. Menurut perkiraan, bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga dan dinasti Wangsa Sanjaya.

Candi ini diperkirakan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan sekitar pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke-8. Kemudian, pembangunan tahap kedua berlanjut pada akhir abad ke-8, yaitu sekitar tahun 780 M.

Candi Dieng ini diperkirakan awalnya berjumlah empat ratus buah, namun sekarang hanya terdapat delapan candi yang masih berdiri. Kamu sudah pernah ke sini belum, nih?

2. Candi Sari, Yogyakarta
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Berbeda dengan Candi Dieng, Candi Sari merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha. Candi dibangun bersamaan dengan masa pembangunan Candi Kalasan, yaitu sekitar abad ke-8 M, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran.

Selain dibangun pada masa yang bersamaan, kedua candi ini memiliki banyak kemiripan, baik dari segi arsitektur maupun relief. Keterkaitan kedua candi ini dijelaskan dalam Prasasti Kalasan pada 778 Masehi.

Prasasti tersebut menyatakan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci. Nantinya, bangunan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara dan biara.

Candi Kalasan didirikan dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Sedangkan Candi Sari dibangun untuk asrama para pendeta.

3. Candi Brahu, Jawa Timur
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Masih bercorak Buddha, candi berbentuk unik ini diperkirakan sebagai peninggalan sejarah Kejaraan Mataram Kuno. Ditinjau dari sejarahnya, Candi Brahu didirikan oleh Empu Sendok, seorang raja dari Kerajaan Mataram kuno. Hal ini dibuktikan dengan sebuah prasasti yang letaknya 45 meter di sebelah barat Candi Brahu.

Dalam prasasti tembaga Alasanta, disebutkan kata warahu atau wanaru yang berarti bangunan suci yang digunakan dalam acara keagamaan. Kata wanaru tersebut dikaitkan dengan kata brahu.

Selain itu, dalam prasasti tersebut juga dinyatakan bahwa pembuatan Candi Brahu atas perintah Raja Mpu Sendok dari Kahuripan. Candi ini diperikaran berusia lebih tua dari Kerajaan Majapahit.

4. Candi Muara Takus, Riau
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Datang dari Pulau Sumatra, candi bercorak Buddha  satu ini berlokasi di Riau. Dilihat dari sejarahnya, Candi Muara Takus adalah salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya.

Bangunan candi ini sangat unik karena dibangun dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata. Selain itu, Candi Muara Takus adalah candi Buddha tertua di Pulau Sumatra.

Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi dan stupa, di antaranya yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, serta Palangka. Selain itu, ditemukan pula gundukan yang konon merupakan tempat pembakaran tulang manusia.

Asal-usul candi ini masih belum diketahui dengan jelas hingga sekarang. Hal ini karena kurangnya bukti-bukti yang ditemukan terkait candi ini.

5. Candi Muaro Jambi, Jambi
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Masih dari Sumatra, candi satu ini berlokasi di Provinsi Jambi. Candi terluas di Indonesia ini diperkirakan sebagai peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Dilihat dari sejarahnya, kompleks Candi Muaro Jambi pertama kali ditemukan oleh letnan asal Inggris, S.C. Crooke, pada 1824.

Pemerintah Indonesia kemudian mulai serius melakukan pemugaran Candi Muaro Jambi pada 1824 di bawah pimpinan R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno yang ditemukan pada beberapa lempeng, disimpulkan bahwa peninggalan ini didirikan sekitar abad ke-9 hingga abad ke-12 M.

6. Candi Bahal, Sumatra Utara
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Candi Bahal merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya bercorak Buddha beraliran VazrayanaI. Candi Bahal diperkirakan sudah berdiri selama ribuan tahun dan didirikan sejak abad ke-11.

Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh Raja Hindu Shiva dari Tamil yang memerintah dari India Selatan. Namun, pakar lain mengatakan bahwa keberadaan candi ini berkaitan dengan Kerajaan Pannai yang merupakan eksistensi kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

7. Candi Sewu, Yogyakarta
7 Wisata Candi di Indonesia, Gak Cuma Borobudur dan Prambanan

Bergeser 800 meter ke sebelah utara Candi Prambanan, kamu dapat menemukan Candi Sewu. Candi yang dibangun pada abad ke-8 ini bercorak Buddha. Kompleks candi ini ternyata merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur, lho.

Dilihat dari usianya, candi ini berusia lebih tua dibandingkan Candi Prambanan. Kata sewu pada candi ini berarti seribu. Meski begitu, kompleks candi ini tidak benar-benar terdiri dari seribu candi.