Batang Akan Menjadi Tempat Pabrik Kaca Terbesar di Asia

Batang Akan Menjadi Tempat Pabrik Kaca Terbesar di Asia

Batang Akan Menjadi Tempat Pabrik Kaca Terbesar di Asia – Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961; umur 59 tahun) adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Terpilih dalam Pemilu Presiden 2014. Presiden Joko “Jokowi” Widodo meninjau lokasi pengembangan kawasan industri Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (21/4/2021). Ia menjelaskan kawasan industri itu akan memiliki luas 4.300 hektare.

Jokowi menjadi Presiden Indonesia pertama sepanjang sejarah yang bukan berasal dari latar belakang elite politik atau militer Indonesia.

Kabupaten Batang adalah wilayah otonom di bawah Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Batang. Namun, pengerjaan kawasan industri Batang saat ini masih pada tahap seluas 450 hektare. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Kendal di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan di barat.

“Sekarang telah disiapkan dan hampir selesai ini 450 hektare, yang akan dipakai untuk investasi-investasi, terutama berkaitan dengan teknologi,” kata Jokowi seperti yang disiarkan langsung dari Daftar Slot Live22 di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/4/2021).

1. Terdapat 14 ABK perahu cantrang terpental ke laut
12 Nelayan Hilang di Perairan Batang Akibat Dihantam Kapal NiagaTim SAR saat menyusuri lautan untuk mencari nelayan cantrang yang hilang. Dok Humas Basarnas Semarang

Kepala Basarnas SemarangĀ Nur Yahya mengungkapkan akibat tabrakan tersebut, sebanyak 14 ABK terpental ke laut.

“Perahu cantrangnya pecah dan terbalik di perairan utara Batang. Dari 14 penumpang perahu itu, semuanya dinyatakan hilang di lokasi kejadian,” kata Nur kepada IDN Times, Sabtu (16/1/2021).

2. Dua nelayan berhasil ditemukan di Pantai Pailus Jepara
12 Nelayan Hilang di Perairan Batang Akibat Dihantam Kapal NiagaProses pencarian terhadap 12 ABK perahu cantrang yang hilang. Dok Humas Basarnas Semarang
Lanjutkan membaca artikel di bawah

Nur menyatakan sekitar lima hari kemudian atau Kamis (13/1/2021), dua nelayan baru bisa ditemukan di Pantai Pailus Mlonggo, Jepara dalam keadaan terapung di laut. Lokasi penemuannya berjarak puluhan kilometer dari perairan Batang.

“Seorang nelayan yang sedang melaut di Jepara berhasil menemukan dua nelayan yang ditabrak kapal di Batang. Mereka ditemukan di Pantai Pailus Mlonggo atau sekitarĀ 13 NM dari bibir pantai. Kondisi mereka selamat,” jelasnya.

Nur menambahkan kedua nelayan asal Batang itu saat ini telah dibawa ke RSUD RA Kartini untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

3. Sebanyak 12 nelayan lainnya masih hilang, Tim SAR menduga terbawa arus ke timur
12 Nelayan Hilang di Perairan Batang Akibat Dihantam Kapal Niaga

Untuk sementara ini, kata Nur, pihaknya masih berupaya melacak keberadaan 12 ABK lainnya yang belum ditemukan. Dia menduga 12 ABK hilang karena terbawa arus laut sampai ke arah timur.

“Info yang kami terima cukup lama dari kejadian, namun kami tetap melakukan pencarian dengan mengirimkan 2 kapal cepat RIB dari Jepara dan Semarang untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Jepara ke arah timur, karena kami duga mereka terbawa arus ke timur,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tinggi ombak Perairan Jepara terpantau sekitar 1-1,5 meter dengan angin kencang dan cuaca yang mendung.

“Semoga cuaca tidak menjadi buruk sehingga tim bisa melakukan pencarian dengan maksimal” ujarnya.